Kamis, 02 Februari 2017

Jangan-jangan Lelahmu bukan Lillah

Setiap manusia pasti merasakan lelah, letih, capek dan sejenisnya. Alasan kenapa bisa sampai kelelahan, keletihan, kecapekan dan sejenisnya itu pasti bermacam-macam, ada yang karena beraktivitas, bekerja, belajar, berolahraga dan macam-macam sebab lainnya. Tapi pernahkah berpikir jika hasil lelah kita itu menjadi sia-sia? Dalam artian apakah pada saat kita melakukan segala aktivitas yang berujung lelah itu punya hasil yang memuaskan, bagaimana jika yang kita kerjakan tidak berujung hasil yang sesuai dengan kemauan kita, tidak sesuai ekspetasi kita. Pasti kekecewaan yang akan kita dapat, dan akan berujung dengan mengeluh, menggerutu dan menyalahkan keadaan. Manusiawi sekali, saya pun sering sekali seperti itu. Dan sering kali sadar bahwa hal itu yang tidaklah baik. Mari kembali flashback.

Pada saat kanak-kanak kita sering kelelahan karena bermain seharian, saat bermain kita bahagia, tertawa kesana-kemari, senang seolah-olah tidak ada beban pikiran. walaupun akan berujung kelelahan karena bermain. Walau lelah, kita bahagia. 

Naik tingkat lagi pada saat menginjak bangku sekolah, saat menuntut ilmu, kita sering pula kelelahan karena belajar, baik disekolah maupun dirumah. Kita giat dan bersungguh-sungguh menuntut ilmu, walaupun ditengah-tengahnya terselip perasaan malas, tapi kita tetap semangat, biarpun cuman beberapa mata pelajaran, pasti ada salah satu yang membuat kita semangat belajar. Walau lelah, kita belajar. 

Naik tingkat lagi pada saat kita telah bekerja, fase dimana kita telah nyaman atau bahkan telah menemukan jati diri mau jadi apa kita, karakter telah terbentuk, dan sudah bisa memutuskan segala keputusan yang menyangkut hal pribadi. Beraktivitas tidak murni dilakukan dengan sungguh-sungguh jika tidak sesuai kemauan, tidak dilakukan dengan Ikhlas jika tidak sesuai harapan, tidak dilakukan dengan senang hati jika tidak sesuai passion, dan akhirnya lelah dengan kesia-siaan. Ujung-ujung menjadi mudah mengeluh, menggerutu dan menyalahkan keadaan.

Salahkah begitu? jelas salah. Pantaskah mengeluh? pastinya gak pantas. Siapa yang salah? kita sendiri. Sudah jelas salah, sudah pasti gak pantas dan sudah tau siapa yang salah. Dan berulang-ulang kita lakukan, bukan maksud menggurui, saya bercerita tentang saya yang sering begitu. Harus menyadari tapi bukan sekedar sadar dimulut dan pikiran, perlu ada aksi agar semuanya selaras. Jangan cuma NATO (Not Action Talk Only) malu dengan Allah yang telah memberikan karuniaNya lebih-lebih pada kita setiap harinya.

Terus bagaimana menyikapinya, akhir-akhir ini saya sering berselancar mencari kalimat-kalimat motivasi, terutama motivasi yang masih terkait dengan ajaran Agama, Karena saya muslim, saya banyak mengambil kalimat-kalimat motivasi yang bernuasa Islam. Adalah salah satu kalimat yang cukup membuat saya sadar memaknai dan memahami definisi "Lelah" itu, Sangat indah, jika kita berpegang teguh dan InsyaAllah mampu menjalaninya, InsyaAllah dalam melakukan segala aktivitas kita akan merasa bahagia, tenang dan tentram.


Bagaimana denganmu, adakah yang memotivasi mengubah kata Lelah menjadi Lillah? dan apabila kita masih merasakan Lelah tak terhentikan setelah beraktivitas, perlu ditanya balik pada diri sendiri, Jangan-jangan Lelahmu bukan Lillah.


Selasa, 31 Januari 2017

Januari 2017 : Roller Coaster of Life

Postingan akhir bulan pertama, Januari 2017

Tahu kah Roller Coaster? mainan yang memacu adrenalin, buat yang punya sakit jantung atau jantung lemah jangan coba-coba memainkan permainan ini, butuh nyali besar buat main wahana Roller Coaster. Menurut Wikipedia, Roller coaster adalah wahana permainan berupa kereta yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada jalur rel khusus, biasanya terletak di atas tanah yang memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Rel ini ditopang oleh rangka baja yang disusun sedemikian rupa. Wahana ini pertama kali ada di Disney Land Amerika Serikat. Anak zaman sekarang sudah pasti tahu atau bahkan main wahana ini, tapi kalau saya belum pernah, masih belum ada nyali buat naik, saya takut kacamata lepas kalau mainan Roller Coaster. (Alasan)


Postingan Akhir bulan pertama ini bukan mau bahas tentang Roller Coaster, saya mengambilnya sebagai kiasan untuk menggambarkan apa yang saya alami selama satu bulan, trus apa kaitannya dengan roller coaster? ada, karena kejadian yang saya alami di Bulan Januari ini seperti halnya Roller Coaster, benar-benar memacu adrenalin, seperti halnya Roller Coaster yang naik turun, kadang melesat naik sangat cepat dan tiba-tiba akan meluncur turun dengan cepat pula, bikin mengaduk-aduk Jantung. Begitu pun dengan hal-hal yang saya alami. Mengaduk-aduk menguras energi dan menyita pikiran.

Awal bulan, saya menyambut tahun 2017 ini dengan penuh rasa syukur, suka cita dan pengharapan yang besar. Allah Swt masih memberi kesempatan saya untuk makin baik lagi, rejeki yang halal dan berkah dan hal-hal baik lainnya mengikuti. Rencana demi rencana saya susun. Semua aman-aman saja dan masih berada di track sesuai rencana, sampai menginjak pertengahan bulan, semua langsung berubah, berbalik 180 derajat, saya harus dihadapkan dengan sebuah persimpangan jalan. Saat itu saya merasa, hidup ini seperti Roller Coaster, disaat saya melesat naik ke atas dan belum puas menikmati keindahan di atas tiba-tiba saya diluncurkan deras ke bawah dengan seketika. Saya siap tidak siap, saya percaya tidak percaya, saya ikhlas tidak ikhlas.


Memang benar manusia hidup itu akan selalu dihadapkan dengan banyak ujian, Ujian Allah akan terus kita hadapi dan lewati sampai ajal menjemput kita. Allah akan menguji sesuai batas kemampuan UmmatNya, saat itu saya memiliki keyakinan bahwasanya Allah percaya dengan kemampuan saya mengatasi masalah ini dan berjalan dengan baik-baik.  Hingga akhirnya perlahan dan belajar untuk menyadari, saya terlalu lupa diri, apa-apa yang terjadi dengan manusia semuanya adalah bentuk ujian, baik itu hal kesenangan maupun hal kesedihan. Semua itu adalah ujian, menguji seberapa kuat mental dan iman kita melewati ujian ini. 

Saya manusia biasa, penuh keterbatasan, saya manusia lemah yang pasti tertunduk sedih, saya pun manusia yang penuh khilaf. Pelan-pelan saya belajar dan memetik ibroh dari kejadian-kejadian yang saya alami. Janganlah mengharap apapun selain pada Allah Swt, Janganlah mengandalkan apapun selain pada Allah Swt, dan Janganlah bergantung pada apapun selain pada Allah Swt. Allah lagi, Allah nanti, Allah terus. Semua kembali pada Allah Swt.

Belajar Ikhlas itu sulit, belajar pasrah itu sulit, belajar sabar itu sulit. Tapi semuanya akan ada hikmah, buahnya dari keikhlasan, Kepasrahan, dan Kesabaran. Kita tak akan pernah tahu kemana akan berujung Hikmah yang akan kita dapatkan, setidaknya kita harus berusaha dan yakin Buah dari Hikmah itu segera kita rengkuh.

Tidak hanya itu saja, di Bulan ini harus menghadapi berbagai perpisahan, berpisah dengan adik-adik kost yang pindah kosan, padahal kita sudah mulai akrab satu sama lain, banyak interaksi diantara kami, walaupun perbedaan usia dan lingkungan. Ibaratnya sudah saling menemukan Chemistry. Sedih pasti, dimanapun setiap adanya perjumpaan pasti ada perpisahan, mau itu cepat atau lambat. Diharapkan atau tidak, Perpisahan juga dengan bos dikantor, karena ditempat kerja saya rolling kerja atau mutasi sangat cepat sekali, dan saya harus menyesuaikan kembali dengan bos baru. Belajar lagi, penyesuaian lagi. Berharap akan berjalan baik-baik dan semakin baik.

Januari Roller Coaster, kado terbaik yang Allah beri.


Tantangan Posting Akhir Bulan

Akhir Bulan identik dengan hal-hal yang kurang menyenangkan dari gak punya duit sampai lemburan kerjaan karena ngejar tutup buku. Nah saya akan memanfaatkan momen "Akhir Bulan" dengan cara saya sendiri. Akan ada postingan setiap akhir bulan, semoga bisa konsisten dan tepat waktu. Tantangan ini dibuat biar otak dan kreativitas saya terus mengalir walau sering tersendat-sendat, Haha terdengar seperti sebuah alasan saja untuk tidak posting. Sebelumnya saya menantang diri sendiri untuk "Sebisa" mungkin posting tiap bulan, One Month One Posting (Maksudnya setiap bulan harus posting minimal satu postingan, lebih banyak lebih baik). Alhamdulillah sudah beberapa tahun ini saya berhasil melewati tantangan yang saya buat sendiri, walaupun di tengah-tengah prosesnya banyak sekali godaan-godaan yang saya timbulkan. Malas, ya itulah godaan yang sangat berat.

Kali ini saya mau menambah tantangannya, jadi akan ada postingan di setiap akhir bulan, yang isinya review kegiatan atau apapun yang telah saya lewati selama satu bulan. Bisa saja hal kerjaan, hobby atau sedikit share pengalaman pribadi. tema yang terakhir ini sepertinya akan cukup menguras emosi saat saya menulisnya, dan menuntut saya untuk tetap tenang dalam menuturkannya. Karena apa? yah, saya sudah tidak bisa curcol suka-suka, Karena keberadaan saya yang menulis di blog sudah mulai terendus "teman-teman" kerja. Wah, antara bangga dan bahaya. bukan berniat Ujub, mereka sering tanpa sengaja mampir ke sini karena saya pernah membahas kerjaan di blog. Dan Walhasil mereka tahu kalau saya ngeblog. Bahayanya saya gak bisa Alay atau melankolis lagi dalam menulis postingan disini. minmal harus membiasakan diri untuk mulai menulis cerdas. Tapi tetap tidak membuang karakter dan segala hobby saya. Sampai saat ini saya bingung menulis cerdas itu kayak apa? (mungkin ada yang bisa bantu)

Seiring berjalannya waktu, dan saya perhatikan postingan diblog campur-campur, semoga gak bosen aja ya mampir diblog ini, (PD banget ya banyak yang mampir, kali aja ada yang mau meluangkan waktu sekedar baca-baca, Happy Reading) Untuk semua yang pernah singgah disini dan meluangkan waktunya diblog ini, terima kasih untuk kunjungannya, alangkah indahnya jika teman-teman mau meninggalkan jejaknya dikolom komentar. Happy Blogging Fellas.


Jumat, 20 Januari 2017

M3n0lak Lupa

Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan waktu pada saya untuk bisa terus memperbaiki diri dan meningkatkan potensi diri. 30 tahun silam, tanggal yang sama di hari ini saya dilahirkan dari Ibu yang Super Hebat dan buah hati pertama dari Ayah yang Luar Biasa, Ya, 30 Tahun sudah saya menghirup udara dan menikmati karunia dari Allah SWT. Banyak hal yang saya temukan dalam perjalanan hidup ini, dari baik dan  buruk, dari hitam dan putih, dari gelap dan terang, dari senang dan sedih, dari datang dan pergi, dari pahala dan dosa. Semua sudah saya lalui, walaupun tak sehebat pengalaman orang, bagi saya inilah hidup yang banyak saya syukuri, menempa saya menjadi seperti ini.

Bukanlah saya sedang ingin merayakan hari lahir ini, saya bukan penganut orang yang merayakan Ulang Tahun dan sejenisnya. Hanya saja kali ini, saya ingin posting lebih panjang dari biasanya saat tanggal 20 Januari tiba. Peralihan dari usia kepala 2 ke 3, menurut saya jika usiamu telah memasuki kepala 3. Adalah warning buat kita untuk makin jauh lebih dewasa, matang dan baik. Usia kepala 3 adalah usia yang cukup riskan bagi Perempuan Single seperti saya, makin banyak ujian akan saya hadapi kedepannya. Harus makin tahan mental dan spiritual, bagaimana saya mengalihkannya agar lebih produktif dan bermanfaat untuk semua.Pekerjaan Rumah terbesar buat saya, terutama membuat Ibu saya Bahagia dan bangga, menjadi anak sulung yang diandalkan, menjadi pendengar yang baik bagi sahabat dan kerabat, menjadi penebar kebaikan, menjaga kepedulian, berbagi ilmu dan pemurah hati bagi sesama.

Sengaja saya membuat judul tulisan ini "M3n0lak Lupa" (Baca: Menolak Lupa 30) maksudnya adalah mau tidak malu inilah usiamu saat ini, saya gak boleh lupa, ini usia pengingat buat saya, untuk mengerem semua sifat-sifat buruk untuk semakin berbenah menjadi lebih baik lagi. M3n0lak Lupa, kini saya 30 Tahun.

Jombang
Jumat, 20 Januari 2017



Sumber Gambar : www.google.com




Note:
saya pun Menolak Lupa sedang "Menunggu Jawaban"

Selasa, 10 Januari 2017

Belajar Al-Qur'an

Tujuan postingan ini untuk pengingat diri yang jauh dari sempurna, apalagi dalam Membaca Al-Qur'an, walaupun "bisa" membaca Al-Qur'an tapi pada kenyataannya saya jauh dari kata fasih. Harus benar-benar belajar Tajwid dan Tartil Qur'an yang baik dan benar. 


Allah memerintahkan kita agar kita membaca al-Quran dengan tartil,

وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلا

Dan bacalah al-Qur’an itu dengan tartil. (QS. Al-Muzammil: 4)

Di postingan ini saya berikan beberapa video referensi untuk teman-teman yang ingin belajar Tajwid dan Tartil Qur'an, tetapi alangkah baiknya jika belajar Mengaji Al - Qur'an langsung pada orang yang telah fasih dan mahir membaca Qur'an. Jika belum ada kesempatan belajar langsung di Majlis-majilis ilmu, semoga ini bisa membantu dalam belajar, mengenal dan memahami ayat-ayat Al-Qur'an. Dari banyak chanel Youtube tentang pembelajaran membaca Al-Qur'an saya suka cara penyampaian Ust. Abu Rabbani dan tidak menutup semua metode pembelajaran dari para Ustadz dan Ustadzah yang lain, InsyaAllah bisa diikuti dengan baik bagi yang awam membaca Al-Qur'an dan belum fasih dalam Tajwid dan Tartil.


 


 





Semoga postingan ini membantu teman-teman terutama saya sendiri untuk selalu berlatih membaca Al-Qur'an yang baik, Sesungguhnya Allah SWT menyukai keindahan, jika kita bisa mampu membaca dengan indah bacaan Al-Qur'an, insyaAllah hati menjadi lunak dan mudah tersentuh dengan Qalam-qalam Allah SWT. Mampu menjalankan semua ajaran-ajaran Allah SWT yang tercantum dalam Al-Qur'an, Amin YRA.




note:
prepare for my future, InsyaAllah
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...