Rabu, 31 Januari 2018

Kampung Indian, Ngancar Kediri

Postingan ini masih berlanjut dengan 2 postingan sebelumnya (Link 1, Link 2), dan inilah oleh-oleh saya waktu jalan-jalan di Kampung Indian yang letaknya tidak jauh dari Lokasi Kampung Anggrek. Masih satu wilayah, jadi buat yang mau liburan bisa dapet spot banyak kalau mau datang kesini. Oia ini juga tidak jauh dengan lokasi Gunung Kelud Kediri. Pas sekali bukan, saya sarankan ambil waktu dua hari biar bisa lebih lama jalan-jalannya. tapi buat yang cuman punya waktu sehari masih bisa koq, ambillah waktu pagi hari sudah tiba dilokasi. biar bisa berlama-lama ditempat wisatanya. Kampung Indian ini adalah kampung yang dibuat menyerupai kampung-kampung Indian atau suku kulit merah di Amerika, jangan salah sebut ya, bukan India tapi Indian. Buat kamu yang suka dengan Indian atau Bohemian style tempat ini sangat direkomendasikan. banyak spot foto yang menarik dan juga bisa sewa kostum Indian.Waktu saya datang pas ada pertujukan tarian Suku Indian, pengunjung juga bisa ikut berbaur bersama penari-penarinya. Sayang nya waktu di Kampung Indian, memory hp saya low space, jadi banyak momen yang tidak bisa ambil gambarnya. Semoga lain waktu bisa kembali lagi dan berbagi kisah kembali.

Berikut foto-foto di Kampung Indian, dan terima kasih untuk mbak Kadek yang mau meminjamkan Space Hpnya untuk saya foto-foto. Lain kali saya harus bawa kamera dirumah. 

Di Pintu masuk aja sudah seramai ini. padahal cuacanya mendung tebal, tapi tidak menyurutkan minat pengunjung untuk datang ke tempat ini

Special perfoming Javas Indian dan pengunjung bisa ikut bergabung.


Bisa berfoto bersama Indian-indian Jawa ini, dan cukup ngasih seikhlasnya saja untuk berfoto bersama mereka.


Nah kalau ini saya minjem adek-adek pengunjung yang pakai topi Indian. Lucu-lucu ya

Ke Ngancar aja dulu pemanasan sebelum nanti bisa langsung datang ke Indian Village yang asli di Amerika.





Dimana-mana banyak orang ber swafoto. Lain kali kamu harus coba.

Ada bukitnya juga mungkin itu rumah kepala suku atau basecamp untuk mengintai, cuman kita gak naik karena cuaca sudah mulai gerimis

Ada Kolam renang, nah kalau ini anak-anak pasti suka.
Gimana kalian tertarik untuk berkunjung? silahkan mencoba sensasi di Kampung Indian,  Tak perlu risau mencari tujuan wisata dengan budget mahal, eksplore sekitarmu, masih banyak tempat-tempat yang bisa kita kunjungi. Berbahagialah dengan sederhana.

-Terima kasih telah berkunjung di blog ini dan dengan senang hati jika mau berbagi dikolom komentar-


Kampung Anggrek, Ngancar - Kediri

Seperti janji saya di postingan sebelumnya (Klik : Link), main-main ke Kediri dengan tujuan Kampung Anggrek di postingan ini dan Kampung Indian di postingan berikutnya. Berangkat dari Rumah mbak Kadek yang letaknya di Kecamatan Kras - Kediri perlu dua jam perjalanan untuk sampai ke Kampung Anggrek. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dengan dibonceng gak berasa capeknya, gak tahu kalau mbak Kadek, saya yakin dia pegal nyetir motornya, cuman karena mbak Kadek baik banget dia gak mau digantiin. Sampailah kita di tempat tujuan, Letak Kampung Anggrek dan Kampung Indian ini bersebelahan, jadi buat teman-teman bisa sekali mendayung dua pulau terlewati. Letaknya ada di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri - Jawa Timur. Harga tiketnya juga murah meriah, cocok untuk wisata keluarga dari anak-anak hingga yang tua.

Berikut Foto-foto selama di Kampung Anggrek Kediri :






Maunya foto Gorilla ini pas sepi, udah nungguin sampe 10 menitan malah tambah banyak yang datang, karena datangnya waktu weekend berbarengan dengan libur anak sekolah. Rame banget tempatnya.


Ada Rumah tempat pembibitan sayur mayur juga, cuman variannya masih belum banyak.



Bunganya cantik-cantik ya. orang-orang jadi ikutan ceria kalau lihat yang indah-indah

Tanpa filter wajah kita jadi ikutan ceria. sejuk sekali disini.

Ada petugas yang dengan senang hati menjelaskan ke pengunjung tentang seluk beluk tanaman dan perawatannya.Oia bunga-bunga disini ada yang bisa dibeli. buat yang suka bunga, surga banget ada disini.







Tempat bersantai bersama keluarga





Ada Wisma juga disini, jadi yang mau menginap bisa dicoba

Banyak Spot cantik disini.
Selain banyak bunga dan tanaman disini, juga banyak disediakn permainan anak-anak, jadi sangat cocok direkomendasikan untuk liburan sekeluarga. Dari yang tua sampai muda akan betah berada disini, juga yang suka koleksi bunga-bungaan silahkan siapkan kocek dan borong bunga-bunga incaranmu. Oia semoga gak salah ya, salah satu ownernya itu lulusan Unej (Universitas Jember), Wah senior ini mah, sebagai alumninya saya bangga, semoga makin sukses dan berkembang terus ya. Terima kasih telah memberikan liburan edukatif seperti ini.

-Terima kasih telah berkunjung di blog ini dan dengan senang hati jika mau berbagi dikolom komentar-


Jalan-jalan Awal Tahun di Kediri

Postingan pertama di tahun 2018, dan sudah akhir bulan, postingan ini sudah ditulis dan masih ngendap di draft, baru mepet akhir bulan bisa keposting. cepat sekali waktu berlalu dan saya masih punya tanggungan cerita saat berkunjung ke Kediri untuk yang kedua kalinya. Gak terasa terakhir saya ke Kediri di tahun 2016 dan baru 2018 kembali bisa main lagi, padahal letak Kediri dan Jombang sangat dekat, hanya 1-2 jam saja tergantung Kediri mana yang mau dituju. Kali kedua ke Kediri jujukan singgah masih sama seperti pertama kali ke Kediri, yaitu rumah mbak Kadek (mbak Kost waktu di Jember dulu). Buat yang penasaran kapan pertama kali ke Kediri silahkan mampir di postingan (klik: Sesorean di Kediri).

Rencana ke Kediri serba mendadak, karena sabtu ada lembur dan otomatis saya gak pulang kampung. Jadilah saya putuskan untuk main ke Kediri, rencana awal mau berangkat setelah pulang lembur Sabtu sore dan akan menginap di rumah mbak Kadek, juga niatnya ingin bertemu mbak Norma (mbak Norma ini juga mbak Kost waktu di Jember). Waktu ke Kediri pertama kali, kita gak sempat ketemu karena kebetulan mbak Norma ada acara kantor. Dan untuk kedatangan kedua kali ini saya coba untuk menemuinya. Cuaca yang tak menentu, dan selalu hujan di siang hari sampai malam, baru keesokan harinya yaitu hari Minggu berangkat ke Kediri tanggal 7 Januari 2018 dengan naik Bis andalan Harapan Jaya. Subuh-subuh sudah siap-siap biar gak terlalu siang nyampe rumah mbak Kadek.
Foto dengan Bu Made, Mbak Kadek dan Ponakannya Zahwa. Sayang kurang Pak Made, Pak Made masih keluar waktu saya dan mbak Kadek mau berangkat jalan-jalan.

Singkatnya akhirnya saya sampai kembali kerumah mbak kadek dan keluarga. setelah menumpang sarapan dan ngobrol-ngobrol singkat dengan Bu Made (Ibunya mbak Kadek) akhirnya kita sepakat untuk main-main ke Kampung Anggrek dan Kampung Indian. Dan 2 Kampung ini lagi Hits di kalangan anak-anak remaja instagramable. Dengan berboncengan sepeda motor kita berdua pergi menuju 2 Kampung Hits ini yang letaknya cukup jauh dari rumah mbak Kadek, kurang lebih 2 jam. bisa lebih cepat kalau gak pakai berhenti-berhenti. Selama perjalanan saya dan mbak Kadek melewati beberapa kecamatan di Kediri, Kata mbak Kadek "Napak Tilas" dan gara-gara inilah saya jadi punya ide buat bikin paspor Travelling Kecamatan. Nantinya berisi stempel kecamatan dan foto depan plang nama kecamatannya. Haha semoga bisa benar-benar saya realisasikan. Gak perlu mahal kan buat senang-senang, cara sederhana bisa bikin kita bahagia.

Salah satu Pemandangan selama perjalanan, Banyak Ladang Nanas.

Dimana-mana Nanas dan udaranya sejuk. buat saya yang anak Pulau, pemandangan kayak gini menyenangkan. Walau sering lihat pantai, saya lebih suka Pemandangan Pegunungan. karena bikin mata seger dan bisa menghirup udara segar banyak-banyak. Nikmat Allah mana yang kamu dustakan.

Dan bisa ditebak dengan pemandangan Ladang Nanas pastinya juga akan bertemu dengan Penjual Nanas disepanjang perjalanan. Coba gak ngebis pasti saya borong beli. Nanasnya gede-gede dan pastinya Segar.
Orang yang baik hati mau saya repotin nganter jalan-jalan jauh. Mbak kadek walau capek tetap ikhlas nganter adiknya ini ngeluyur. Terima kasih mbak Kadek. Sehat selalu ya, Next destination kita lanjut lebih jauh.

postingannya jalan-jalannya saya bagi jadi tiga postingan saja, untuk cerita dan foto-foto di Kampung Anggrek dan Kampung Indian di dua postingan berikutnya. ( Kampung Anggrek, Kampung Indian)

Setelah jalan-jalan di Kampung Anggrek dan Kampung Indian, mau ketemu mbak Norma dan belum jauh keluar dari dua Kampung ini, kita kejebak Hujan. Dan lagi-lagi mbak Kadek yang baik hati nekad nyerobot hujan tanpa mau diganti nyetir motornya. perjalanan ke rumah mbak Norma dari Ngancar itu sama dengan perjalanan ke rumah Mbak Kadek, sama-sama jauhnya. Lagi-lagi kita melewati beberapa kecamatan, untuk pertama kali bisa ke Pare Ibukota Kabupaten Kediri. Hampir basah kuyup sampailah kita dirumah mbak Norma, numpang makan siang, tidak terlalu lama di rumah mbak Norma, ngobrol ngalor ngidul singkat dan akhirnya kita pamit pulang. Mbak Kadek balik kerumahnya naik motor sendirian dan saya dianter mbak Norma naik mobil nungguin bis pulang ke Jombang. Rumah mbak Norma ini di desa Kunjang Kediri, dan lucunya saya baru tahu ternyata letak rumahnya mbak Norma ini ke Jombang deket banget. Saya nunggu bis sudah masuk Jombang, dan merasakan bayar bis cuman bayar tiga ribu Rupiah. sepuluh menit sudah nyampe kosan. Rumah mbak Norma perbatasan Kediri dan Jombang. Wah luar bisa sekali perjalanan saya dengan mbak Kadek kali ini, muterin Kediri sampai gempor, tapi suka dan berbahagia. Saya jadi ketagihan untuk melakukan perjalanan sederhana seperti ini lagi, karena banyak kejutan yang tak disangka-sangka. Membuat bahagia itu sangat sederhana. Sekali-kali atau seringlah kamu melakukannya. Silahturahmi is Never End.

Makan siang dirumah mbak Norma. Habis hujan-hujanan dan motoran sejauh itu jangan ditanya gimana laparnyan saya.

Wajahnya gak bisa dkondisikan, sudah lusuh dan kucel muter-muter, Terima kasih mbak Norma sudah menjamu dan ngasih kita oleh-oleh. dan juga dapet Oleh-oleh dari mbak Kadek. It's Wonderfull day.

Waktunya Pulang dianter mbak Norma. Keren mbak satu ini, kemajuannya pesat. Padahal dulu gak berani bawa motor, sekarang udah ngedrift aja. kapan-kapan lagi ya mbak. Terima Kasih

-Terima kasih telah berkunjung di blog ini dan dengan senang hati jika mau berbagi dikolom komentar-


Minggu, 31 Desember 2017

Desember 2017 : Penghujung 2017

Postingan akhir bulan keduabelas, Desember 2017

Super mepet posting, padahal sudah diniatkan dari siang tadi. Dan karena lagi liburan di rumah, jadi lupa masih punya utang posting. Punya Komitmen itu berat dan penuh tanggung jawab, belajar komitmen dengan diri sendiri saja masih suka keteteran apalagi nanti berkomitmen dalam rumah tangga. Eaa ini menjurus curcol. Haha.

Tak banyak yang mau di bahas, mosting ini dalam kondisi melek tiba-tiba, oia ini malam pergantian kalender masehi dari 2017 ke 2018. Saya gak ngerayain, dirumah aja leyeh-leyeh berdua sama Ibuk, adek ikut suaminya ke mertua dan si bungsu gak pulang karena mau Ujian Semester. Dari tadi ngerally film-film sama ibuk, ibuknya ketiduran dan saya juga nyaris nyusul ketiduran. Cuman tiba-tiba melek karena masih punya utang posting. Mau nulis apa juga bingung mau ngapain, padahal dari seminggu yang lalu udah mikir tema tulisan. Dan kenapa jadi gak konek setelah depan laptop, Haha. Kebiasaan klise yang sering dilakukan berulang-ulang. Yang bikin gak bisa mikir ini juga efek dangdut kampung sebelah yang ngerayain tahun baruan, hemat saya mah gak usah deh ngerayain tahun baru yang bukan milik tradisi kita yang Muslim. dirumah aja anteng, gak ada faedahnya juga begadang sampai pagi, gimana subuhnya ntar. Mending dipakai Muhasabah diri aja. Kalau mau bikin resolusi, buatlah resolusi yang positif, penuh kebaikan dan manfaat. Toh usia kita terus bertambah, jangan jadi sia-sia, apalagi menunda-nunda, nah yang untuk terakhir ini buat saya banget, PR besar dan sangat menyadari saya suka menunda-nunda, karena itulah Allah sering tegur tapi gak kapok-kapok. Semoga tahun depan sudah kapok dan mengurangi atau bahkan menghilangkan sifat menunda-nunda. Dan Allah pun ridlo memudahkan segala urusan saya tanpa ditunda-tunda lagi. Semoga yang terbaik untukmu semua. Mari kita berdoa dan beresolusi yang baik-baik.

Tahun 2017 adalah tahun Roller Coaster, dari awal tahun sampai sekarang penghujung tahun ini, semoga ini membuat saya makin menjadi manusia yang lebih baik lagi, menjadi semakin kuat, bijak dan berhati baja. Bolehlah saya mengambil hikmah selama 2017 ini dengan mengutip judul lagu dari Banda Neira "Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti". Terima kasih untuk semua kisah dan cerita yang telah terekam jejaknya di 2017 ini, Petiklah hikmahnya tanggalkan yang tak berguna. 


 Terima kasih yang telah berkunjung ke blog ini, sampai jumpa dipostingan tahun 2018. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...