Selasa, 07 Maret 2017

(Uklam-uklam) Kampung Warna Warni Jodipan, Malang

Kampung Warna Warni Jodipan

Kampung yang pada awalnya "Kumuh" disulap menjadi kampung yang "Indah". Ihwalnya ini adalah ide brilian dari civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang. Masuk ke wilayah Jodipan ini hanya dikenai biaya Rp. 2.000,- per orang. Cukup murah meriah, ramah dikantong dan sangat cocok dijadikan wisata keluarga.
 

Kampung yang akhir-akhir ini menjadi terkenal karena "Keindahan Warna Warni Kampungnya, Kampung yang identik dengan kesan kumuh dan kotor dipresentasikan berbeda dengan mengecat hampir seluruh area kampung dengan warna warni yang cerah begitupun dengan kebersihannya perlahan semakin bersih dan terawat. Lokasinya berada di RW 2, tepatnya di RT 06, 07 dan 08 Kampung Juanda Kelurahan Jodipan Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Wisata murah meriah dan selain menikmati spotnya yang cantik, kita juga bisa lihat dan berinteraksi dengan kehidupan masyarakat di Kampung seperti apa, Jodipan ini bisa jadi alternatif mengenal kehidupan kampung yang guyup.Jangan heran saat kita menyusuri jalanan di Kampung Jodipan, kita akan menemukan warga lagi mandi di pemandian umum, Bau masakan dari rumah warga, anak-anak yang bermain dan ibu-ibu yang lagi ngerumpi, Bapak-bapak lagi nyuci motor dan berbagai aktivitas lainnya yang jarang kita temui di perkotaan. Pengalaman yang cukup seru di zaman saat ini. Jangan khawatir tidak membawa bekal, dikawasan Kampung Warna Warni Jodipan banyak warga yang sekitar berjualan aneka makanan dan minuman. Karena berkeliling Jodipan tidak cukup hanya sejam dua jam, banyak spot cantik yang bisa diexplore bersama keluarga dan teman,

Saya diantar adik kesana, naik motor, lumayan jauh dari tempat adik saya tinggal. kebetulan dia sedang kuliah diMalang. Sebenarnya saya sudah lama meminta dia untuk mengantarkan ke Jodipan, dan baru dituruti saat kesekian kalinya saya mengunjunginya ke Malang. Berikut saya bagi foto-foto pemandangan yang bisa dijumpai di Kampung Warna Warni Jodipan.


Dengan membayar Rp. 2.000 kita bisa mengeksplore kawasan Jodipan




Akhirnya mau mengabulkan permintaan kakaknya. Adik yang baik. Good Job Bro.


 

Niatnya biar keren kayak di Instagram apa daya gak cocok. Haha

Banyak spot foto yang layak untuk dijadikan foto bersama keluarga, kawan atau pasangan (khusus ini mending pasangan halal ya)



salah satu Toilet umum kece, jarang-jarang toilet kampung bisa jadi tempat buat foto-foto.

 
Kita akan banyak menjumpai jalanan yang berundak undak atau tangga, karena kontur tanah yang turun naik, lumayan bisa sekalian olahraga dan dapat bonus tempat-tempat berwarna kece.

Gayanya gak intagramable, untung ketolong background yang kece.




Bonus lainnya, bisa lihat kereta lewat, makin kece kan.

Disogok Ice Cream baru mau foto ini bocah, itupun candid

Karena ngeliat hasil candid adiknya bagus, si kakak ikutan tapi sayang gagal. Haha



Ketemu Kereta Api lewat lagi, yeay makin kece viewnya. kalian harus coba.



Foto pas mau pulang, sudah mulai lusuh kepanasan dan KWJ mulai ramai pengunjung berdatangan. agak gak rela juga mau pulang, gak terasa hampir 3 jam muterin kampung, semoga bisa sampai kesana lagi dan makin baik lagi untuk Kampung Warna Warni Jodipan.


Dimana pun kita tinggal berbahagialah, Jangan malu jadi orang Kampung apalagi kampung kita kampung berjuta kreativitas yang positif, Kampung itu gotong royong, guyup dan apa adanya. Tak perlu berbondong-bondong hijrah ke kota kalau ditempatmu bisa jadi ladang kebahagiaan dan ladang rejekimu.

Beberapa poin yang bisa saya ambil kesimpulan dari keberadaan Kampung Warna Warni Jodipan. Jika kita peduli dengan lingkungan akan mendatangkan kebahagiaan dan kemakmuran, Sayangi lingkungan sekitar, Jagalah lingkungan kita, Tampaknya klise tapi sulit dilakukan Jangan buang sampah sembarangan, tidak ada yang mustahil jika ada kemauan dan aksi. Dan jangan pesimis dengan suatu perubahan, perubahan itu sulit pada awalnya dan manis pada akhirnya.

Malang, 04 Maret 2017
(Thanks for my little bro, akhirnya recharge energi, lihat yang berwarna bisa mengembalikan mood yang baik)

 

Selasa, 28 Februari 2017

Februari 2017 : Serba Penyesuaian

Postingan akhir bulan kedua, Februari 2017

Bulan Februari cuman 28 hari saja, bulan spesial karena lain daripada bulan-bulan lainnya yang berakhir di kisaran 30 atau 31 hari. Sekarang saya punya kebiasaan baru, saya jadi suka nulis, kata teman-teman saya mendadak "Roman", mendadak "Puitis", mendadak "Pujangga" dan mendadak "Penulis". Semua saya tulis, hampir semua media sosial yang saya punya, jadi ramai dengan tulisan, karena sebelumnya saya cenderung hanya jadi "silent reader" atau paling sering jadi tukang re-share. Seorang teman saya memberi saran untuk mengisi waktu dengan menulis, dan itu saya lakukan untuk pemulihan jiwa, semakin kesini jadi makin seru, dengan menulis adalah cara yang cukup ampuh daripada saya isi dengan nonton drakor yang ujung-ujungnya bikin baper dan main games, untuk yang terakhir ini saya belum bisa mengurangi.

Sedangkan terjadi dibulan Februari ini, masih ada sangkut pautnya dengan bulan sebelumnya, pergantian bos dan berdamai dengan masalah yang saya buat sendiri. Alhamdulillah sebulan ini untuk hal berdamai dengan masalah, sudah dapat diatasi, perlahan tapi saya yakin pasti bisa dilewati. Hal yang cukup menguras pikiran di bulan Februari ini adalah penyesuaian dengan Bos baru, pastinya cara kerja bos lama dengan bos baru ada sedikit perbedaan. Saya dan rekan kerja jadi banyak menyesuaikan dengan beliau (Bos baru), Bos baru ini rajin dan teliti. Jadi bagi kita harus ekstra hati-hati dalam bekerja. Di awal-awal saya lumayan kewalahan menyesuaikan dengan kebiasaan beliau ini, tapi makin kesini waktu sebulan lumayan sudah mulai mengenal ritme kerja beliau. Dari segi positif yang saya ambil, disiplin dan ketepatan dalam bekerja jadi poin utama. Saya yang punya sifat sedikit malas-malasan jadi rajin dan tepat waktu. Lumayan lah mengajari saya untuk makin baik lagi dalam bekerja. Kerjaan juga mulai ada tanda-tanda mulainya banyak kegiatan dan diimbangi dengan pemeriksaan dari sana sini terkait pelaporan kinerja tahun sebelumnya. Semoga diberi kelancaran dan kemudahan tidak ada kesalahan satupun dan hasil laporannya juga bagus. Amin YRA


Oia, bulan ini saya yang gak pernah sakit lebih dari 2 hari, jadi tepar hampir seminggu, cuaca yang ekstrim, kadang panas terik dan kadang dingin menusuk. Siklus cuaca yang berubah-ubah dan ditambah saya juga makan gak teratur, ambruklah badan ini. Intinya kita gak boleh dzolim sama badan dan pikiran, harus seimbang kapan waktunya makan dan kapan waktunya istirahat, Karena efek saya sakit kemarin, Ibu menyuruh untuk tidak pulang tiap minggu. Cukup 2 minggu sekali saja pulangnya,  biar gak capek. Sedih pasti tapi demi menjaga kesehatan dan tidak dzolim sama badan. Semoga kedepannya bisa jaga kesehatan, makan teratur dan istirahat yang cukup.

Saya juga dapat tambahan adik kost baru 2 orang, pastinya menyesuaikan dengan kebiasaan kita satu sama lain, biar damai dan akrab dikosan. Dengan memperbanyak kawan makin baik, menambah pertemanan menambah manfaat. Dan saya bertekad untuk makin mengencarkan silahturahmi. Bagaimana dengan Februarimu? semoga semakin baik dari bulan sebelumnya.

Februari serba penyesuaian, semoga dipermudah untuk menyesuaikan diri.



Kamis, 02 Februari 2017

Jangan-jangan Lelahmu bukan Lillah

Setiap manusia pasti merasakan lelah, letih, capek dan sejenisnya. Alasan kenapa bisa sampai kelelahan, keletihan, kecapekan dan sejenisnya itu pasti bermacam-macam, ada yang karena beraktivitas, bekerja, belajar, berolahraga dan macam-macam sebab lainnya. Tapi pernahkah berpikir jika hasil lelah kita itu menjadi sia-sia? Dalam artian apakah pada saat kita melakukan segala aktivitas yang berujung lelah itu punya hasil yang memuaskan, bagaimana jika yang kita kerjakan tidak berujung hasil yang sesuai dengan kemauan kita, tidak sesuai ekspetasi kita. Pasti kekecewaan yang akan kita dapat, dan akan berujung dengan mengeluh, menggerutu dan menyalahkan keadaan. Manusiawi sekali, saya pun sering sekali seperti itu. Dan sering kali sadar bahwa hal itu yang tidaklah baik. Mari kembali flashback.

Pada saat kanak-kanak kita sering kelelahan karena bermain seharian, saat bermain kita bahagia, tertawa kesana-kemari, senang seolah-olah tidak ada beban pikiran. walaupun akan berujung kelelahan karena bermain. Walau lelah, kita bahagia. 

Naik tingkat lagi pada saat menginjak bangku sekolah, saat menuntut ilmu, kita sering pula kelelahan karena belajar, baik disekolah maupun dirumah. Kita giat dan bersungguh-sungguh menuntut ilmu, walaupun ditengah-tengahnya terselip perasaan malas, tapi kita tetap semangat, biarpun cuman beberapa mata pelajaran, pasti ada salah satu yang membuat kita semangat belajar. Walau lelah, kita belajar. 

Naik tingkat lagi pada saat kita telah bekerja, fase dimana kita telah nyaman atau bahkan telah menemukan jati diri mau jadi apa kita, karakter telah terbentuk, dan sudah bisa memutuskan segala keputusan yang menyangkut hal pribadi. Beraktivitas tidak murni dilakukan dengan sungguh-sungguh jika tidak sesuai kemauan, tidak dilakukan dengan Ikhlas jika tidak sesuai harapan, tidak dilakukan dengan senang hati jika tidak sesuai passion, dan akhirnya lelah dengan kesia-siaan. Ujung-ujung menjadi mudah mengeluh, menggerutu dan menyalahkan keadaan.

Salahkah begitu? jelas salah. Pantaskah mengeluh? pastinya gak pantas. Siapa yang salah? kita sendiri. Sudah jelas salah, sudah pasti gak pantas dan sudah tau siapa yang salah. Dan berulang-ulang kita lakukan, bukan maksud menggurui, saya bercerita tentang saya yang sering begitu. Harus menyadari tapi bukan sekedar sadar dimulut dan pikiran, perlu ada aksi agar semuanya selaras. Jangan cuma NATO (Not Action Talk Only) malu dengan Allah yang telah memberikan karuniaNya lebih-lebih pada kita setiap harinya.

Terus bagaimana menyikapinya, akhir-akhir ini saya sering berselancar mencari kalimat-kalimat motivasi, terutama motivasi yang masih terkait dengan ajaran Agama, Karena saya muslim, saya banyak mengambil kalimat-kalimat motivasi yang bernuasa Islam. Adalah salah satu kalimat yang cukup membuat saya sadar memaknai dan memahami definisi "Lelah" itu, Sangat indah, jika kita berpegang teguh dan InsyaAllah mampu menjalaninya, InsyaAllah dalam melakukan segala aktivitas kita akan merasa bahagia, tenang dan tentram.


Bagaimana denganmu, adakah yang memotivasi mengubah kata Lelah menjadi Lillah? dan apabila kita masih merasakan Lelah tak terhentikan setelah beraktivitas, perlu ditanya balik pada diri sendiri, Jangan-jangan Lelahmu bukan Lillah.


Selasa, 31 Januari 2017

Januari 2017 : Roller Coaster of Life

Postingan akhir bulan pertama, Januari 2017

Tahu kah Roller Coaster? mainan yang memacu adrenalin, buat yang punya sakit jantung atau jantung lemah jangan coba-coba memainkan permainan ini, butuh nyali besar buat main wahana Roller Coaster. Menurut Wikipedia, Roller coaster adalah wahana permainan berupa kereta yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada jalur rel khusus, biasanya terletak di atas tanah yang memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Rel ini ditopang oleh rangka baja yang disusun sedemikian rupa. Wahana ini pertama kali ada di Disney Land Amerika Serikat. Anak zaman sekarang sudah pasti tahu atau bahkan main wahana ini, tapi kalau saya belum pernah, masih belum ada nyali buat naik, saya takut kacamata lepas kalau mainan Roller Coaster. (Alasan)


Postingan Akhir bulan pertama ini bukan mau bahas tentang Roller Coaster, saya mengambilnya sebagai kiasan untuk menggambarkan apa yang saya alami selama satu bulan, trus apa kaitannya dengan roller coaster? ada, karena kejadian yang saya alami di Bulan Januari ini seperti halnya Roller Coaster, benar-benar memacu adrenalin, seperti halnya Roller Coaster yang naik turun, kadang melesat naik sangat cepat dan tiba-tiba akan meluncur turun dengan cepat pula, bikin mengaduk-aduk Jantung. Begitu pun dengan hal-hal yang saya alami. Mengaduk-aduk menguras energi dan menyita pikiran.

Awal bulan, saya menyambut tahun 2017 ini dengan penuh rasa syukur, suka cita dan pengharapan yang besar. Allah Swt masih memberi kesempatan saya untuk makin baik lagi, rejeki yang halal dan berkah dan hal-hal baik lainnya mengikuti. Rencana demi rencana saya susun. Semua aman-aman saja dan masih berada di track sesuai rencana, sampai menginjak pertengahan bulan, semua langsung berubah, berbalik 180 derajat, saya harus dihadapkan dengan sebuah persimpangan jalan. Saat itu saya merasa, hidup ini seperti Roller Coaster, disaat saya melesat naik ke atas dan belum puas menikmati keindahan di atas tiba-tiba saya diluncurkan deras ke bawah dengan seketika. Saya siap tidak siap, saya percaya tidak percaya, saya ikhlas tidak ikhlas.


Memang benar manusia hidup itu akan selalu dihadapkan dengan banyak ujian, Ujian Allah akan terus kita hadapi dan lewati sampai ajal menjemput kita. Allah akan menguji sesuai batas kemampuan UmmatNya, saat itu saya memiliki keyakinan bahwasanya Allah percaya dengan kemampuan saya mengatasi masalah ini dan berjalan dengan baik-baik.  Hingga akhirnya perlahan dan belajar untuk menyadari, saya terlalu lupa diri, apa-apa yang terjadi dengan manusia semuanya adalah bentuk ujian, baik itu hal kesenangan maupun hal kesedihan. Semua itu adalah ujian, menguji seberapa kuat mental dan iman kita melewati ujian ini. 

Saya manusia biasa, penuh keterbatasan, saya manusia lemah yang pasti tertunduk sedih, saya pun manusia yang penuh khilaf. Pelan-pelan saya belajar dan memetik ibroh dari kejadian-kejadian yang saya alami. Janganlah mengharap apapun selain pada Allah Swt, Janganlah mengandalkan apapun selain pada Allah Swt, dan Janganlah bergantung pada apapun selain pada Allah Swt. Allah lagi, Allah nanti, Allah terus. Semua kembali pada Allah Swt.

Belajar Ikhlas itu sulit, belajar pasrah itu sulit, belajar sabar itu sulit. Tapi semuanya akan ada hikmah, buahnya dari keikhlasan, Kepasrahan, dan Kesabaran. Kita tak akan pernah tahu kemana akan berujung Hikmah yang akan kita dapatkan, setidaknya kita harus berusaha dan yakin Buah dari Hikmah itu segera kita rengkuh.

Tidak hanya itu saja, di Bulan ini harus menghadapi berbagai perpisahan, berpisah dengan adik-adik kost yang pindah kosan, padahal kita sudah mulai akrab satu sama lain, banyak interaksi diantara kami, walaupun perbedaan usia dan lingkungan. Ibaratnya sudah saling menemukan Chemistry. Sedih pasti, dimanapun setiap adanya perjumpaan pasti ada perpisahan, mau itu cepat atau lambat. Diharapkan atau tidak, Perpisahan juga dengan bos dikantor, karena ditempat kerja saya rolling kerja atau mutasi sangat cepat sekali, dan saya harus menyesuaikan kembali dengan bos baru. Belajar lagi, penyesuaian lagi. Berharap akan berjalan baik-baik dan semakin baik.

Januari Roller Coaster, kado terbaik yang Allah beri.


Tantangan Posting Akhir Bulan

Akhir Bulan identik dengan hal-hal yang kurang menyenangkan dari gak punya duit sampai lemburan kerjaan karena ngejar tutup buku. Nah saya akan memanfaatkan momen "Akhir Bulan" dengan cara saya sendiri. Akan ada postingan setiap akhir bulan, semoga bisa konsisten dan tepat waktu. Tantangan ini dibuat biar otak dan kreativitas saya terus mengalir walau sering tersendat-sendat, Haha terdengar seperti sebuah alasan saja untuk tidak posting. Sebelumnya saya menantang diri sendiri untuk "Sebisa" mungkin posting tiap bulan, One Month One Posting (Maksudnya setiap bulan harus posting minimal satu postingan, lebih banyak lebih baik). Alhamdulillah sudah beberapa tahun ini saya berhasil melewati tantangan yang saya buat sendiri, walaupun di tengah-tengah prosesnya banyak sekali godaan-godaan yang saya timbulkan. Malas, ya itulah godaan yang sangat berat.

Kali ini saya mau menambah tantangannya, jadi akan ada postingan di setiap akhir bulan, yang isinya review kegiatan atau apapun yang telah saya lewati selama satu bulan. Bisa saja hal kerjaan, hobby atau sedikit share pengalaman pribadi. tema yang terakhir ini sepertinya akan cukup menguras emosi saat saya menulisnya, dan menuntut saya untuk tetap tenang dalam menuturkannya. Karena apa? yah, saya sudah tidak bisa curcol suka-suka, Karena keberadaan saya yang menulis di blog sudah mulai terendus "teman-teman" kerja. Wah, antara bangga dan bahaya. bukan berniat Ujub, mereka sering tanpa sengaja mampir ke sini karena saya pernah membahas kerjaan di blog. Dan Walhasil mereka tahu kalau saya ngeblog. Bahayanya saya gak bisa Alay atau melankolis lagi dalam menulis postingan disini. minmal harus membiasakan diri untuk mulai menulis cerdas. Tapi tetap tidak membuang karakter dan segala hobby saya. Sampai saat ini saya bingung menulis cerdas itu kayak apa? (mungkin ada yang bisa bantu)

Seiring berjalannya waktu, dan saya perhatikan postingan diblog campur-campur, semoga gak bosen aja ya mampir diblog ini, (PD banget ya banyak yang mampir, kali aja ada yang mau meluangkan waktu sekedar baca-baca, Happy Reading) Untuk semua yang pernah singgah disini dan meluangkan waktunya diblog ini, terima kasih untuk kunjungannya, alangkah indahnya jika teman-teman mau meninggalkan jejaknya dikolom komentar. Happy Blogging Fellas.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...