Jumat, 18 Agustus 2017

Wilujeng Sumping Bandung 2017

Seminggu lebih yang lalu akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ini ke salah satu kota di Indonesia yang ingin saya kunjungi, yaitu Bandung. Dari zaman masih Abege hingga sekarang yang beranjak Dewasa saya selalu berangan-angan bisa ke Bandung. Alasan simple, saya suka tempat yang berhawa sejuk sepoi-sepoi, dibayangan saya Bandung itu salah satu kota besar di Indonesia yang punya hawa sejuk segar. Daripada Ibu Kota Jakarta, saya lebih memilih Bandung jika harus tinggal. Salah satu alasannya juga karena hobby filateli, akhirnya Bandung selalu masuk dalam daftar keinginan kota yang ingin dikunjungi. Kantor Pusat Pos ada di Bandung. Baiklah kembali lagi dengan 2 minggu yang lalu. Merupakan hari yang tak disangka-sangka buat pergi ke Bandung. Semuanya serba mendadak dan serba cepat. Bayangkan saja saya hanya punya estimasi 3 hari saja, 2 hari diperjalanan menuju Bandung dan 1 hari berkeliling Bandung dengan minimnya pengetahuan saya akan rute Bandung, pastinya modal nekad yang besar.
Tanggal 4 Agustus 2017, Saya berangkat ke Bandung bersama Kawan SMA saya Dina, kenapa bisa bareng Dina? Nanti saya jelaskan di postingan Selanjutnya. Sore hari menjelang senja kita berangkat dari Jombang dengan naik KA. Turangga, kenapa saya pilih KA. Turangga padahal berusaha untuk Low Budget, begini alasannya, ini pilihan yang paling wah dari perjalanan kita karena kerjaan saya yang tidak bisa pulang suka-suka dan melihat efisiensi kedatangan kita ke Bandung akhirnya kita memutuskan untuk naik KA. Turangga. KA. Turangga berangkat dari Stasiun Jombang jam 17.35 WIB dan Tiba di Stasiun Bandung keesokan harinya tanggal 5 Agustus 2017 jam 05.04 WIB.

Wilujeng Sumping Bandung, Stasiun Bandung di pagi hari.


Wilujeng Sumping Bandung, akhirnya saya bisa menjejakkan kaki dikota yang ingin saya idam-idamkan, Bahagia mungkin jika saya lupa umur, saya akan loncat-loncat kegirangan. Kita tiba di Badung masuk waktu subuh, kita sholat subuh dulu di Musholla Stasiun Bandung, Mushollanya bersih cuman waktu itu saya harus rebutan air sama ibu-ibu karena semakin lama air krannya makin mengecil. Mungkin petugasnya telat nyalain pompa airnya jadi minim air. Tapi tenang saja, masih bisa dipakai wudhu dan buang air kecil. setelahnya sambil leyeh-leyeh dan bergantian sholat sembari booking Grabcar, yup selama perjalanan ke Bandung saya sangat terbantu dengan transportasi online ini, Buat teman-teman yang mau melakukan perjalanan ke kota yang belum pernah dikunjungi ada baiknya memilih untuk memakai jasa transportasi online karena selain sudah pasti tarifnya dan aman tentunya. Karena tujuan utama kita di Trans Studio Mall Bandung (Tempat Pameran Filateli Bandung diselenggarakan) baru mulai jam 10.00 WIB dan melihat jam yang masih pagi, masih ada waktu untuk kita pakai untuk mengitari Bandung. Berbekal tanya sana sini ke teman-teman sebelum berangkat, kita memutuskan untuk ke daerah Masjid Raya Bandung yang kebetulan dekat dengan daerah Asia Afrika. pilihan yang tepat untuk kita yang cuman punya waktu beberapa jam saja. Persinggahan pertama adalah Masjid Raya Bandung, numpang mandi dan sholat Dhuha, lumayan bisa merefresh badan yang masih terasa hawa-hawa naik kereta api. Setelah bersih-bersih, kita  jalan-jalan disekitar Masjid Raya Bandung dan berjalan disekitar Asia Afrika sampai Jl. Braga. di Braga kita sarapan Soto dipinggir jalan. Dan itu adalah saat-saat yang syahdu sekali, makan dengan jalanan yang tidak terlalu ramai (Entah cuaca dan suasana disekitar sana mendukung sekali padahal itu kawasan yang cukup ramai) dengan angin yang sepoi-sepoi wah benar-benar harus kita nikmati, Nikmat Tuhan Mana yang Kau Dustakan.


Masjid Raya Bandung, di depannya ada rumput sintetis. Kayak Karpet gitu, jadi bisa dipakai santai-santai atau duduk-duduk menikmati semilir angin. Apalagi adem dekat masjid, yang terdengar suara orang mengaji. MasyaAllah menenangkan

Assalamualaikum. kita harus akur jadi partner perjalanan yang kompak. saling menjaga (Barang) satu sama lain.

Tulisan Bandung itu lebih jelas terbaca kalau malam hari. kalau pagi harus diliat dari samping begini baru jelas terbaca. Dan saya acungkan jempol untuk Pak Ridwan Kamil yang menata kota Bandung seciamik ini. Terima Kasih Bapak, Saya jatuh cinta dengan Kotamu, tapi tidak cinta Bapak. Haha

Kawasan Asia Afrika, Atmosfir zaman-zaman baheulanya akan dimulai dari titik ini. Tempatnya berdekatan dengan Masjid Raya Bandung, jadi jalan aja sekalian menikmati sejuknya kota Bandung

Kalau bagian wefie pasti pakai hape Dina, karena hasilnya bagus, cuman minusnya saya harus sedikit merunduk. biar sejajar dengan Dina. Haha


Quote tentang Bumi Pasundan pun turut hadir di tengah-tengah tatanan kota Bandung

Quote tentang Bandung pun menambah Syahdu perjalanan menyusuri Kota Bandung, dan Pidi Baiq berhasil membawa saya terkiwil-kiwil dengan bahasanya yang selalu sukses buat saya berasa "Iya tulisan itu buat saya".

Banyak bangunan tua di area ini, saya selalu antusias dengan Bangunan Tua. Selalu mengantarkan saya berimajinasi bagaimana orang-orang zaman dahulu beraktivitas hilir mudik di gedung itu.

Biar gak bingung bisa baca Rute di kawasan Asia Afrika.


Gedung Merdeka, Historical Building yang banyak punya cerita, sejarah dan kisah didalamnya. Saksi bisu sejarah yang masih berdiri kokoh. Saya suka arsitektur bangunan seperti ini. Walau tua tapi kokoh.

Tampak Depan, masih terlihat gagah. Berdiri tegap mengarungi waktu dan peradaban.

Niatnya Wefie dengan Gedung Merdeka, apa daya Gedungnya malah gak fokus.


Ceileh, niatnya mau duduk, Si Dina bilang bagus kalau difoto. Iyain aja deh.


sayangnya Museumnya tutup, Selain kita kepagian juga kita datang hari Sabtu


Seperti yang tadi saya katakan, banyak Gedung tua di area sini. Boleh dibilang Suasana Bandung sama dengan Surabaya cuman beda di Hawa, Surabaya cenderung panas, sendangkan Bandung relatif dingin.

Jl. Braga (Braga Street)


Pemandangan dari Jl. Braga. setiap sudut selalu punya keindahan tersendiri. Buat saya ini MasyaAllah Indah.

De Majestic, adalah Tempat pemutaran film di zaman dahulu atau biasa kita sebut Bioskop

Masih bangunan Tua, yang ada Maskot Leaknya itu Gedung Bioskop De Majestic. Tidak bisa terbayangkan bagaimana Tuan dan Nyonya berbondong-bondong pergi ke Bioskop.

Alat pemutar filmnya.


Setelah cukup mengisi perut, kita mulai perjalanan ke rute berikutnya. Oia kalau waktumu singkat, sebelumnya buatlah jadwal dan usahakan itu ditepati. biar lebih efisien dan pastinya tidak rugi satu sama lain. Pesan GrabCar lagi kita memutuskan untuk naruh gembolan tas kita di Homestay, Saya Booking penginapan di daerah Antapani namanya Arinda Guest House Syariah. Tempatnya sangat recommended, murah, bersih dan yang pasti ownernya baik sekali, berasa seperti dirumah sendiri, sangat kekeluargaan. Setelah menaruh Ransel, kita melanjutkan perjalanan ke Trans Studio Mall Bandung kalau gak salah jam 10an kurang kita kesana dengan lagi-lagi GrabCar. Untuk Postingan mengenai Pameran Filateli Dunia saya buat terpisah dari postingan ini. Setelah saya sortir ternyata banyak sekali foto yang harus tayang, jadi saya bagi jadi dua postingan.


Selepas acara dari Pameran Filateli Dunia kita langsung balik penginapan, rencana awal kita masih mau keliling, karena kaki sudah pada minta diistirahatkan rencana diganti langsung balik penginapan. dan Keesokan harinya tanggal 6 Agustus 2017. Subuh Jam 05.35 WIB kita balik menuju Jombang melalui Stasiun Kiaracondong naik KA. Pasundan dan akan tiba di Jombang pada pukul 20.30 WIB. Oia, waktu kita mau pulang, kita dibungkusi Nasi Goreng dengan Owner Arinda GH, Terima kasih Ibu untuk perhatiannya, semoga makin berkah usahanya ya.

Stasiun Kiaracondong

Selalu menemukan momen yang keren di setiap perjalanan. waktu Berhenti di ST. Cibatu pak Kondektur memberikan aba-aba Semboyan 41 ke Masinis, tanda kereta api siap diberangkatkan.

Bonus perjalanan kita, Jauh-jauh ke Bandung ketemu dengan Teman SD sampai SMA. Ayik dan Pak Hamdani (Pak Hamdani bapaknya Ayik dan juga guru SMP kita, cuman Pak Hamdani gak ikutan foto)
 
Alhamdulillah masih diberi nikmat Sehat dan Sempat, dan sedikit tak menduga perjalanan ke Bandung yang singkat ini memberikan kesan dan pengalaman yang seru untuk kita berdua. Kita malah tertantang akan mencoba perjalanan lain suatu hari nanti. Saya teringat dengan kata-kata kawan karib saya, kurang lebih begini "keluarlah dari Zona Nyaman, agar kamu bisa lebih Mandiri dan kuat lagi". Dan itu benar, selama saya menjalani perjalanan single traveller dan flashbackpaker, selalu ada poin baru buat saya, yang saya dapatkan jadi lebih waspada dengan diri sendiri dan sekitar, mampu memanage waktu dengan lebih baik lagi dan banyak lagi hal-hal positif lainnya. Gimana denganmu? sudah seberapa seringkah kamu, menantang dirimu sendiri? Cobalah, sekali-sekali keluar dari Zona Nyaman.

Note :
Foto-foto hasil kolaborasi dengan Dina, dan Hpnya Dina. Terima kasih Dina teman seperjalanan yang hebat.


Senin, 31 Juli 2017

Juli 2017 : Ukhuwah Islamiyah

Postingan akhir bulan ketujuh, Juli 2017

Bulan ini lumayan bisa dapat tiga postingan termasuk, postingan kali ini.Sesuai judulnya, postingan ini bakal jadi Summary dari Postingan sebelumnya di bulan Juli. Dipostingan pertama bulan Juli, saya menuliskan berkirim kartu pos di Bulan Syawal, berkirim kartu pos merupakan salah satu cara untuk menjalin Ukhuwah dengan sesama, walaupun kita tak sempat bertemu, dengan perhatian kecil, InsyaAllah akan tetap menjaga tali Ukhuwah. Cara yang saya lakukan dengan berkirim kartu. Ini hanya salah satu cara, teman-teman bisa memakai cara lain yang teman-teman sukai. Utamanya apabila kita mengerjakan hal yang menyenangkan akan lebih baik hasilnya daripada yang sekedar ikut-ikutan.


Dipostingan kedua bulan Juli, yaitu yang saya posting sehari sebelumnya, tentang perjalanan ke Jember yang banyak saya habiskan untuk mengunjungi Keluarga, Sahabat dan Kerabat, juga merupakan cara untuk menjalin dan menjaga Ukhuwah. Dengan bersilahturahmi adalah cara yang mudah menjaga Ukhuwah. Apabila kita tidak bisa melakukannya karena faktor jarak dan waktu. Bisa kita ganti dengan bersilahturahmi dengan Keluarga, sahabat dan kerabat yang dekat dengan lingkungan kita. Sempatkanlah walau sesaat, meski hanya bertukar kabar dan say Hello. Hikmah di Balik silahturahmi yang saya rasakan adalah mendapatkan motivasi-motivasi yang tak disangka-sangka datangnya. dan lainnya adalah melihat keluarga, sahabat dan kerabat yang senang dengan kunjungan kita, bisa jadi ladang amal. Terkadang terselip doa yang tulus dari Mereka. Banyak sekali poin plusnya.


Bulan Juli masuk dalam bulan Syawal dan bisa saya sebut sebagai bulan menjaga Ukhuwah. Dan semoga kegiatan seperti ini tidak terhenti hanya sesaat. Oia bulan depan yang tak lain akhir minggu ini saya berencana untuk "Ngeluyur" lagi. kali ini perjalanannya lebih jauh dari sebelumnya dengan waktu yang sama 2 hari. Saya hanya bisa mengambil waktu weekend walaupun realitanya terkadang weekend gak libur karena ada lemburan. Saya sedang berharap-harap cemas, semoga pak bos mau mengijinkan, bantu doa ya. InsyaAllah jika ada kesempatan akan saya bagi ceritanya di postingan selanjutnya. Semoga Allah memberi nikmat Sehat dan Sempat untuk kita semua. Amin Ya Mujibas Sailin.


Minggu, 30 Juli 2017

Silahturahmi Keliling Jember (2017)

Tepat satu minggu yang lalu, tanggal 21 sampai 23 Juli 2017 saya ke Jember. Sudah lama sekali, terakhir kesana tahun 2015 karena acara Nikahan Saudara, dan gak sempat muter-muter atau bertemu kawan-kawan disana. Jember adalah salah satu Kota yang banyak menyimpan kenangan dan jasa dalam perjalanan hidup ini. Andai saja secara Geografis dekat dari Kampung Halaman, saya Ikhlas penempatan kerja disana. Haha ini keinginan semata-mata karena saya dan Jember punya ikatan yang hanya bisa dipahami sendiri. Baiklah tidak perlu banyak berintemezo, karena postingan ini akan panjang seperti biasanya dan banyak sekali foto-foto.

Tanggal 21 Juli 2017, saya berangkat naik Kereta Api Logawa dari Jombang setelah Sholat Jum'at. Perlu drama dan intrik ketika saya minta ijin pak bos buat pulang lebih awal, pastinya karena terikat jam kereta yang tidak bisa di tolerir. Pertama kali naik kereta api sejak peraturan baru. sangat excited sepanjang perjalanan. Saya memilih naik Kereta Api kelas Ekonomi, dan cukup puas dan kagum dengan perubahan kelas Ekonomi yang dulu pernah saya naiki. Semua gerbong sudah ber-AC, bersih tidak ada penumpang yang keleleran di tengah-tengah jalan, semua dapat tempat duduk dan tidak ada pedangan asongan seliweran. Salut dan kagum dengan PT. KAI yang sudah membuat kebijakan senyaman dan seramah ini untuk penumpang, jadi buat teman-teman yang ingin naik kereta dan ramah dikantong,  gak usah khawatir, karena kelas Ekonomi pun sangat nyaman dan recomended. Kereta Logawa dari Jombang Berangkat jam. 13.45 WIB dan tiba di Jember jam 19.35 WIB. Sesampainya di Jember saya dijemput mbak kost yang namanya Mbak Anantya panggil saja mbak Tya yang juga berlibur ke Jember. sebenarnya kami berkonspirasi untuk bisa berlibur ke Jember, singkatnya Mbak Tya ingin menghabiskan masa cuti melahirkannya yang tinggal menghitung hari dengan pergi ke Jember dan kebetulan juga ada Reuni Akbar FISIP UNEJ dimana mbak Tya ini alumninya. Serba kebetulan jadilah dia mengajak saya untuk ke Jember juga, dan memang sudah sangat ingin bisa main ke Jember, hanya saja belum menemukan waktu yang tepat. Jadilah saya menyanggupinya, walaupun lumayan ketar ketir bisa apa tidak pas hari H. Alhamdulillah, Allah beri kemudahan dan akhirnya bisa ke Jember.

Stasiun Jember



Mbak Tya dan keluarga kecilnya (Suami dan anak-anaknya) menginap di Doho Homestay Jember tempatnya sangat nyaman dan cocok untuk liburan keluarga, selengkapnya bisa klik tautannya. Sedangkan saya versi backpaker yang modal numpang tidur dirumah saudara, ada saudara sepupu yang bekerja dan tinggal di Jember, nama sepupu saya, Fauzan dan istrinya Lela. Dirumahnya saya menumpang tidur, kebetulan adik-adiknya pun yang juga sepupu-sepupu saya datang untuk berlibur, adik-adik Fauzan yaitu Faisal, Etak dan Nana (untuk Etak kebetulan memang kuliah di Jember, jadi dia sedang mengurusi wisudanya). Jadilah ramai dirumahnya sekalian bertemu saudara-saudara.

Keesokan harinya, pagi jam 6 sudah bersiap untuk memulai perjalanan Silahturahmi ke orang-orang yang sudah direncanakan untuk dikunjungi. Sudah janjian juga dengan mbak Tya untuk bisa sarapan di warung langganan kita waktu kuliah dulu. Oia saya mengajak adik sepupu untuk menemani perjalanan seharian mengunjungi teman-teman. Alhamdulillah adik sepupu setuju, saya mengajak Nana. dengan iming-iming akan saya bawa dia ke Toko Buku. Dengan berbekal pinjam sepeda motor jadilah awal perjalanan kita. Saya janjian untuk bertemu mbak Tya di Doho, dan nantinya akan bawa mobil, kita cuman berempat, yaitu saya, Nana, mbak Tya dan bayinya Si Nara, sedangkan  Suami mbak Tya (Mas Fahrur) dan anak sulung mereka (Kanya) tidak ikut, karena sarapan di Hotel. Tujuan pertama ke Warung lesehan Bu Vivi Jalan Jawa, pemilik warung nya biasa kita panggil bu Dora (ini istilah yang anak Kosan J-48 bikin karena bu Vivi punya potongan rambutnya mirip banget bu Dora). Warles bu Vivi letaknya tepat di depan kosan kita, Kosan J-48. Cuman kita berencana akan datang sore atau malam hari ke kosan untuk silahturahmi ke Bapak dan Ummi (Ortu kita dikosan J-48) Selanjutnya postingan tentang kunjungan ke Kosan J-48 setelah ini. Kita tidak lama disana, sambil sarapan kita sedikit bernostalgia dengan Bu Dora dan suaminya, saling menanyakan kabar. Karena acara Reuni Akbar mbak Tya jam 8, jadilah setelah sarapan di Bu Dora, kita kembali ke Doho Homestay, kita berpisah disana, mbak Tya dengan Agenda Reuni Akbarnya dan saya beserta Nana melanjutkan perjalanan silahturahmi ke teman-teman.

Foto diwarung Bu Dora ( Bu Vivi) bersama Suaminya

Tujuan pertama kunjungan saya, yaitu rumah Faiq, Faiq ini sahabat sejak SMA, asli Jember dan kuliah juga di Unej, hanya saja jurusan yang kita tempuh berbeda. Faiq Jurusan Matematika FMIPA. Faiq ini sudah menikah dan punya satu anak. Tinggal di Jember dirumah mbahnya. Rumah yang dulu saat saya masih kuliah sering jadi tempat persinggahan atau sekedar perbaikan gizi. Iya bener, mbahnya Faiq ini orang yang sangat baik, belum boleh pulang kalau gak makan dulu, makannya makanan berat harus makan nasi, dan yang menyenangkan lagi, Kalau mbah punya hajatan saya pasti masuk list-nya untuk dikirimi rantang isi masakannya. Sekarang mbah kondisinya sakit, mohon doanya untuk kesembuhan mbah. Amin YRA. Sudah jadi ritual kalau kerumah Faiq gak boleh pulang sebelum makan. padahal tadi sudah sarapan. Salut sekali dengannya, sejak menikah Faiq jadi pandai memasak dan masakannya patut diacungi jempol, kata Nana "masakan mbak Faiq enak". Wah tambah sip saja kamu Iq, berhasil jadi ibu yang pintar masak, padahal dulu boro-boro masak. Faiq ini saat kuliah gak pernah masak, masuk ke dapur paling bagian kora-kora (Cuci Piring) sekarang jadi mahir memasak. Dirumah faiq, kita banyak share tentang bisnis yang mau dia rintis. Semoga sukses bisnisnya ya iq, Berkah dan lancar, laris manis tanjung kimpul. Semangat Iq, Allah bersama orang-orang yang maksimal dalam berdoa dan berikhtiar. (ini doa dan lecutan untuk saya juga). Ujian pasti berlalu. tetap semangat.

Bersama Faiq dan Husna putrinya


Mendengar Persewaan Novel dan Komik yang dulu jadi jujukan saya dan teman-teman kosan pinjam novel dan komik akan tutup dan menjual murah semua Buku-buku dan komiknya. Akhirnya tujuan kedua saya putuskan untuk mengunjungi Persewaan Novel dan Komik, yang awalnya gak masuk dalam Daftar perjalanan ke Jember, jadi masuk daftar kunjungan. Nama tempat persewaan Novel dan Komiknya yaitu Persewaan TOP, rata-rata anak kuliahan di tahun 2000an tahu sepak terjang Persewaan TOP. Persewaan legendaris buat kita anak rantau yang butuh hiburan disaat bertumpuknya deadline kuliah. Akhirnya harus tergerus zaman yang serba teknologi dan berlabel kekinian. Anak-anak sekarang lebih sibuk survey cafe dan mall mana yang belum mereka kunjungi daripada hanya sekedar membaca buku. Ok, balik ke topik. Di TOP sudah banyak novel dan komik yang sold out, karena menurut cerita adik Sepupu. sudah seminggu lebih TOP menjual buku-bukunya. Jadilah komik-komik yang dulu saya baca dan incar tidak ada, sudah pada sold out. Tapi lumayan juga saya dapat beberap komik dengan harga murah. Nana lumayan banyak beli komik, maklumlah ya, remaja masih semangat-semangatnya ngikutin trend komik. Saya kalah, tapi setidaknya Nana senang saya bawa keliling dengan imbalan dia bisa dapat Komik murah.

Foto-foto di Persewaan Novel dan Komik TOP, Jember :

Tampak depan, letak Persewaan TOP di pinggir  Jalan Jawa, sangat mudah diakses, tidak terlalu besar tapi isinya komplit.

Dulu raknya penuh, ditengah sesak dengan rak yang penuh buku, jadi lumayan berkeringat kalau sudah ramai dan harus rela berhimpit-himpitan.

Yang tersisa akan menjadi Cerita


Yang Tersisa akan menjadi kenangan


Perjalanan berikutnya, beberapa hari sebelum ke Jember, saya mencoba menghubungi teman-teman kuliah yang sekarang tinggal di Jember untuk janjian ketemuan. Dan dari beberapa teman hasilnya kita sepakat ketemu di Grand Cafe Jember Jalan Jawa. Dulu waktu saya kuliah tempat ini Toko Seluler yaitu Grand Seluler, dan sekarang direnovasi lantai bawah tetap jadi Counter Handphone dan dilantai atas disulap jadi Cafe. Jember sekarang berbeda jauh saat saya masih kuliah. Apalagi area dekat Kampus sudah menjamur Cafe-cafe. Di Grand Cafe saya bertemu dengan Sita, Agus (Sita dan Agus adalah salah satu pasangan teman kuliah yang akhirnya menjadi Suami Istri), Putri, Sarwenda dan Ana beserta dengan anak-anak mereka. Karena serba mendadak teman lainnya tidak bisa saya ajak ketemuan satu persatu, semoga ada waktu yang lebih panjang lagi bertemu kalian. Terima Kasih teman-teman telah meluangkan waktu bertemu, padahal kalian punya kesibukan masing-masing. Terima kasih telah berbagi semangat dan tertawa sejenak mengingat masa-masa yang lalu.

Ki-ka : Agus, Anak Agus dan Sita, Sita, Anak Putri, Putri, Anak Putri (Pangku), Sarwenda, Anak Wenda, Ana, Anak Ana, Saya


Waktu sudah tengah hari, Alhamdulillah cuaca Jember bersahabat sekali, Allah memudahkan niat silahturahmi saya untuk mengunjungi teman-teman. Selanjutnya perjalanan berikutnya, ke Pasar Tanjung. Pasar Tradisional terbesar di Jember (semoga saya gak salah) Mau belanja? Tidak, saya mau mengunjungi sahabat saat kuliah, namanya Nadya dia salah satu mahasiswi pintar di angkatan saya, Akuntansi 2005. Nadya juga salah satu mahasiswi kesayangan dosen, sering diajak proyek dosen. bicaranya cepat, tegas tapi berisi. Nadya saat ini jadi pengusaha Buku, dia dan sauadaranya meneruskan usaha Ayahnya. Berjualan buku dan kitab di pasar Tanjung. Nama toko bukunya Toko Buku dan Kitab "Sarana Ilmu" buat teman-teman yang cari buku dan kitab bisa mengunjungi tokonya. Saat saya mengunjunginya, Tokonya lagi ramai pembeli, kata Nadya sekarang musim santri balik ke pondok jadi pada borong buku dan kitab. Dan saya salut dengan Nadya, Nadya bisa sangat cekatan dan mau berpanas-panasan seharian didalam pasar melayani pembeli dengan baik. Semoga toko mu selalu dilimpahkan keberkahan dan kelancaran. Amin YRA. Waktu menunjukkan jam 2 siang lewat. gak terasa. sudah banyak yang dikunjungi. Cuman sebentar bertemu Nadya, karena memang tidak memungkinkan untuk kita bisa berbincang banyak ditengah banyaknya Pembeli yang berdatangan. Semoga ada waktu lebih lama lagi kita ngobrol. Sehat selalu Nadya.

Kalau yang mau cari Buku dan Kitab, bisa langsung ke toko Sarana Ilmu, pasti lengkap dan berkualitas, Recomended
 
Foto ditengah-tengah ramainya pembeli.


Waktu yang berputar tidak menyurutkan semangat saya untuk bertemu dengan teman berikutnya. Capek keliling tidak terasa, terbayarkan bertemu teman-teman yang luar biasa. Selanjutnya saya mengunjungi Ellys, Ellys ini juga banyak sekali berjasa saat saya jadi Mahasiswi. Ellys juga salah satu Mahasiswi pintar di Angkatan. Dan memang dari sejak kuliah dia sudah punya sifat keibuan, walaupun sama-sama anak rantau, dia rajin memasak dan dia juga sering mengirimi saya masakannya. Untuk seukuran anak mahasiswa, masakan dia sudah tergolong tingkat mahir. Mantaplah kalau urusan makanan. Sebenarnya Ellys sudah janji mau datang bersama teman-teman lainnya di Grand Cafe, tapi karena anak bungsunya sakit Flu Singapura (Kapan kamu main ke Singapura Fadil - Anak Ellys ?). Jadi gak ikut kumpul. Kerumah Ellys juga tidak direncanakan, karena memang waktu yang terbatas. Allah Maha Baik, masih memberi kesempatan untuk bisa main kerumah Ellys. Ellys ini menikah dengan mas Zaim (kakak angkatan Akuntansi 2004). Pertama kali main kerumah Ellys. Bertukar kisah dan berbagi semangat, lebih banyak Ellys yang menyemangati saya dan memberikan motivasi hidup. Terima kasih Ellys, jadilah selalu teman yang saling mendukung. Terima kasih sudah mau menerima kehadiran saya yang super duper sesaat. Semoga waktu yang singkat ini menjadi Ladang amal kita. Amin YRA

dari dulu kalau foto sama Ellys, harus bolak balik. Emak satu ini selalu gak puas dengan hasil fotonya. Haha Padahal wajahnya dari dulu Default kayak gitu. :D

Sepulangnya dari rumah Ellys, saya pulang dulu kerumah Fauzan untuk bersih-bersih dan melanjutkan perjalanan berikutnya. Karena mbak Tya mengabari kalau kita janjian ketemuan Ba'da Maghrib, jadilah waktu yang ada saya pakai untuk leyeh-leyeh (Istirahat) sebentar.

Ba'da Maghrib sesuai janjian kita, saya diantar Etak ke Doho Homestay, oia letak Rumah Fauzan dan Doho sangat dekat. masih satu area. Etak cuman ngantar saja, dan nanti janji mau dijemput kalau urusannya sudah selesai. Di Doho Sudah ada mbak Ginar, mbak Ginar ini mbak kost juga. Dia dan Adiknya Gilang (alm) salah satu penghuni kosan J-48. Awalnya kita juga ngajak mbak Novi (mbak Kost) untuk ikutan, cuman mbak Novi gak bisa karena dia ada di Malang, adiknya menikah. Mbak Ginar dan Mbak Novi menetap di Jember, mengikuti suami-suami mereka. Punya rumah di Jember dan jadilah mereka penduduk Jember.

Waktu yang singkat, akhirnya setelah berkumpul semua, kita memutuskan akan bersilahturahmi ke kosan kita, kosan J-48. mengunjungi Keluarga Pak Muhammad (Bapak pemilik kost J-48) dan melihat perubahan apa dikosan kita. Mbak Tya mengajak serta keluarganya, sedangkan mbak Ginar mengajak Quin anak semata wayangnya. Jadilah kami ber tujuh naik mobil mbak Tya meluncur ke kosan.

Bapak, Umi dan Aab (ini anak semata wayang Bapak dan Umi) menerima kehadiran rombongan kami dengan tangan terbuka, kita berbincang sangat akrab. dan pastinya menceritakan keadaan kami masing-masing, menanyakan kabar penghuni kosan yang lain. Semua larut dengan nostalgia yang tak berkesudahan, rasanya kurang lama menceritakan kejadian-kejadian konyol masa lalu. Oia Aab anak Bapak dan Ummi nama lengkapnya Abdullah. Dulu waktu saya dan mbak-mbak ngekost, Aab ini masih sangat kecil mungkin usia kisaran 3-4 tahun. Jadi waktu kita kesana dan heboh sendiri melihat perubahan dia yang drastis dan makin besar, Dia cuman Senyum-senyum kebingungan. Ketika ditanya dia lupa siapa kita. mungkin dipikiran Aab "Ini Siapa Ibu-ibu koq pada heboh main kesini rame-rame", Haha. Dia lupa tampang pembullynya, Bully disini bukan dengan kekerasan, kita suka banget godain Aab, karena Aab kecil dulu lucu, walau begitu kita semua sayang Aab. Dan sesuai request mbak-mbak lainnya yang gak bisa datang, Mereka request fotonya Aab terbaru. jadilah Aab selebriti dadakan karena permintaan foto dari kita. Bapak dan Umi juga tak luput dari permintaan foto-foto kita. Setelahnya kita minta ijin bapak dan Umi untuk bisa masuk kekosan. Kita penasaran seperti apa penampakan terbarunya. Di Grup Whatsapp juga rame menunggu liputan kita main-main kekosan. Jadilah napak tilas kita ke kosan, sudah sangat banyak perubahannya. dari yang dulunya cuman 10 kamar sekarang sudah 20 lebih kamar. Kamarnya pun lantai dua. Benar-benar berubah. Hanya kamar-kamar yang dulu masih sama bentuknya. kamar-kamar itulah saksi kisah-kisah kita, banyak kisah disini. Dari sedih maupun bahagia semua ada. dan Yang bikin terharu, ada beberapa barang peninggalan kita masih eksis nangkring dikosan. Ada yang masih dilanjutkan pemakaiannya dan ada juga yang masuk sudut penyimpanan. Puas foto-foto, kita pamitan dengan Bapak, Umi dan Aab. Semoga kelak masih diberi kesempatan untuk bisa mengunjungi kosan ini lagi, dan pastinya bersama-sama mbak-mbak dan penghuni kosan lainnya. reunian kosan di kosan J-48. Sehat selalu Bapak dan Umi, dan sukses sekolahnya untuk Aab, adik kecil kita.

Foto-foto Di Kosan J-48, yang berlokasi di Jl. Jawa Raya No. 48 Jember

Ortu dikosan kita, Aab memanggilnya Umi dan Abi, kita memanggil mereka Bapak dan Umi

Foto Keluarga J-48, semoga pertemuan berikutnya bisa lebih banyak lagi yang datang. Beramai-ramai akan lebih seru. Aab sudah tinggi. hampir menyamai mbak-mbaknya

Ini Bagian kosan yang asli saat kita masih jadi penghuni kosan. Kamar-kamar lawas dan masih terawat. Masih sama seperti pertama kali kita tinggal disini

Ini bagian bangunan baru, dibawah tangga ada dapur mini. Kosan J-48 sudah bertingkat. Tempat Jemuran sekarang sudah jadi Kamar-kamar

Ini juga bagian bangunan baru, dulu disebelah sini adalah tempat ruang TV dan Garasi kecil untuk kita naruh motor-motor

Sumur Legenda, masih dipertahankan. walaupun sekarang sudah dipasang Pompa air. dulu tempat eksis kita mencuci, mencuci baju dan piring, disebelahnya ada dapur dan sekarang sudah disulap jadi kamar. Sumur ini berjasa kalau lagi musim kemarau. Anak kosan J-48 kurang greget kalau belum pernah nimba air dan ngangkat air bolak balik untuk ngisi bak kamar mandi masing-masing. Lumayan gak perlu ke tempat gym buat olahraga. haha

Salah satu peninggalan kita yang masih tersimpan, sayangnya setelah saya lulus tidak dilanjutkan adik-adik setelahnya.

Foto dengan Aab, dia mendadak eksis dengan kedatangan kita. jadi incaran foto emak-emak Alay dimasanya. :D

Gerbang depan masuk ke kosan. Ki-ka : Mbak Ginar, Mbak Tya, dan saya

Note:
Foto-foto dikosan terkesan gelap karena kita datang berkunjung di Malam hari, semoga suatu saat bisa memotretnya dengan lebih maksimal, Hasil foto kolaborasi dengan Mbak Tya dan mbak Ginar, plus Mas Fahrur sebagai fotografer dadakan.

Sepulangnya dari Kosan, kita muter-muter cari makan. dan karena waktu sudah malam dan melihat kondisi anak-anak yang sudah kecapean. Akhirnya kita memutuskan balik ke Homestay. Berbicang sebentar dan berpamitan. sekalian saya pamit dengan mbak-mbak karena kereta balik ke Jombang pagi hari, jadi saya gak bisa kumpul-kumpul lagi untuk keesokan harinya. Mbak Tya juga pulang pagi. Jadilah kita berpamitan, dan sepakat semoga bisa kumpul lagi dengan personil lebih banyak. Rencananya tahun depan, semoga tidak ada kendala.

Foto-foto dan setelahnya pamitan. Semoga bisa bertemu lagi dengan personil yang lebih lengkap.

Ke Jember belum afdol kalau gak bawa oleh-oleh kekinian dari zaman dahulu sampai sekarang. Prol Tape, prol Tape merk Purnama Jati ownernya adalah Teman Kuliah di Akuntansi Unej 2005. Namanya Ari Mukti. Jadi buat teman-teman yang nyari oleh-oleh kekinian dari Jember. jangan lupa beli Prol Tape Purnama Jati. Recomended. Rasanya pas dan mantab. dan masih banyak varian rasa dan produk-produk Purnama Jati. Kalau ke Jember ingat Purnama Jati.

Kereta balik ke Jombang naik Kereta Api Sri Tanjung jam 09.13 WIB dan tiba di Jombang jam 14.53 WIB. Dengan diantar Etak ke stasiun, saya balik ke Jombang. Perjalanan yang singkat ini, walau yang efektif cuman seharian saja, cukup menambah semangat baru untuk bekerja keesokan harinya. berlibur itu tak melulu selalu harus ketempat wisata, mengunjungi Keluarga, sahabat dan kerabat adalah liburan yang mengesankan.

Disebutkan dalam Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim, dari Abu Ayyûb al-Anshârî:

أَنَّ رَجُلًا قَالَ : يا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِمَا يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ فَقَالَ النَّبِيُّ : لَقَدْ وُفِّقَ أَوْ قَالَ لَقَدْ هُدِيَ كَيْفَ قُلْتَ ؟ فَأَعَادَ الرَّجُلُ فَقَالَ النَّبِيُّ : تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ ذَا رَحِمِكَ فَلَمَّا أَدْبَرَ قَالَ النَّبِيُّ : إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أَمَرْتُ بِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka,” maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh dia telah diberi taufik,” atau “Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?” Lalu orang itupun mengulangi perkataannya. Setelah itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan shalat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi”. Setelah orang itu pergi, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika dia melaksanakan apa yang aku perintahkan tadi, pastilah dia masuk surga”. 

Silaturahmi juga merupakan faktor yang dapat menjadi penyebab umur panjang dan banyak rizki. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi]. 

Hanya sehari, tapi panjang postingannya. Postingannya sudah bolak balik diedit untuk mengurangi postingan agar tidak terlalu panjang, apa daya ini sudah maksimal. Semoga yang membaca tidak bosan ya. Semua tulisan diblog ini saya tulis dengan tujuan jika suatu saat rindu bisa saya baca kembali. Bagaimana dengan teman-teman, sudahkah bersilahturahmi dengan Keluarga, Sahabat dan Kerabat?

Note :
Terima kasih untuk Nana, yang sudah rela dan Ikhlas diajak mbaknya muter-muter dan jadi Photografer dadakan. Mbak baru nyadar kalau kita gak sempat berfoto berdua. Haha 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...