Rabu, 31 Mei 2017

Mei 2017 : Marhaban Ya Ramadhan

Postingan akhir bulan kelima, Mei 2017

Telah mulai terbiasa untuk membuat postingan akhir bulan, serasa mengerjakan laporan kerja di akhir bulan. Mau deadline seperti apapun, tetap jika sudah di akhir bulan harus terselesaikan. Ini efek saya terbiasa hari-hari di kejar laporan, ada laporan yang harus saya buat setiap hari, laporan di akhir tiap minggu, dan laporan di akhir bulan. Itu belum termasuk Laporan-Laporan atau Berita Acara di beberapa kasus spesial di kerjaan. Yah saya mulai "membiasakan diri" untuk bisa melibas semuanya dengan lancar dan aman. Seperti halnya saya memperlakukan dalam memposting blog di Akhir bulan. Harus saya libas tuntas juga, Alhamdulillah sudah berjalan bulan kelima, bulan depan sudah setengah tahun saya melewati challenge yang saya buat yaitu posting tiap akhir bulan. Walaupun tidak bisa diprediksi akhir-akhir bulan kedepan saya bisa lancar jaya tanpa hambatan untuk posting. Tantangan, harus dihadapi, Semangat!!!!

Minggu ke empat bulan Mei, Memasuki bulan Ramadhan. Sudah hampir seminggu Ummat Muslim di seluruh dunia ini menjalankan ibadah Puasa. Bulan Mei masuk dalam Bulan Ramadhan di Kalender Hijriah. Alhamdulillah bisa dipertemukan kembali dengan bulan Suci nan Mulia ini. Bulan penuh ampunan dan maghiroh, diturunkannya banyak Berkah, Karomah dan Hidayah Allah SWT. Nuasanya pun berubah jadi lebih kondusif untuk banyak-banyak beribadah, bermunajat pada sang Khalik. Saya senang, dan berharap saya bisa memberikan semaksimal yang saya bisa untuk bermuhasabah diri terutama dalam hal Ibadah. Semoga sebulan penuh ini kita mampu melewati Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya, menjadi Ummat yang Beruntung, mendapatkan banyak Kemulian di Bulan Ramadhan. Saya sebagai manusia yang tak luput dari salah dan khilaf, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Syahru Syiam.


Kamis, 18 Mei 2017

Pertama kali Donor Darah

Pernahkah kamu membuat tantangan untuk dirimu sendiri? saya lumayan sering memberi challange untuk diri sendiri. Sudah sejak lama saya menantang diri untuk bisa Donor Darah. Donor darah, suatu hal yang membuat saya banyak mikir buat donor. Keinginan donor sudah timbul sejak lama, kurang lebih saat saya kuliah. Kebetulan Mbak Kost ada yang rajin donor darah. Tapi selalu maju mundur buat donor, selain parno sendiri takut ini dan itu, pernah suatu waktu saya sudah tekad bulat mau donor, ternyata pas diperiksa HB nya gak sesuai. Gagallah Donor.

Kali ini saya bertekad buat menaklukkan tantangan lama itu, dan konsen saya dengan kesehatan akhir-akhir ini cukup serius. Pengen berbagi dengan sesama dan hidup sehat. Nah Gaya hidup dengan Donor darah  merupakan pilihan yang ideal. Gak mau kalah juga dengan Adik yang sudah bolak balik donor, sebagai kakak saya merasa cemen, Akhirnya untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bulog yang ke 50 (Tepat saya bekerja) saya ingin memberikan hadiah yang istimewa dengan mempersembahkan hadiah yang istimewa yaitu darah ini (Bahasanya serem amat yak. haha) untuk Negeri, seperti Slogan para BUMN, BUMN hadir untuk Negeri. Dan pas momennya biar bisa dikenang kapan pertama kali donor darah.

Seminggu sebelum donor, saya sudah bersiap-siap (Ini kesannya lebay, tapi ini serius) saya gak mau ditolak lagi karena HB rendah atau tensi tinggi, ditolak itu menyakitkan cuy, haha kalau ini saya terlalu baper. Makan makanan kacang hijau, sayur dan banyak minum air putih. Seharusnya juga tidur yang cukup, tapi untuk poin ini sering dilanggar karena lagi senang-senangnya Ngegame suka lupa waktu. Bismillah saya sudah niat kali ini harus berhasil, dan tibalah di hari H, tanggal 12 Mei 2017 akhirnya saya bisa donor darah dengan sukses dan gak ada hambatan apapun. Ketakutan orang akan donor tidak terbukti, Donor darah itu gak sakit. Malah efeknya menyehatkan. Badan terasa ringan dan lebih bugar. 

Foto waktu Donor, saya minta teman kantor untuk nemenin dan motoin (Buat kenang-kenangan)

Sebelum donor kita diharuskan mengisi formulir
 
Alhamdulillah bisa Donor juga Akhirnya, abaikan wajah lebar dan kumus-kumus. :D

Wajah saya tutup, bukan karena nahan sakit, tapi karena faktor wajahnya lebar banget menuh2in layar. :D

Setelah Donor dapat hadiah dari PMI, keren kan.

Mau foto sekantong darah yang sudah di donor, keburu dimasukkan ke Box Penyimpanan sama mbak PMI nya. Ternyata donor darah itu bikin nagih lho. Saya jatuh cinta dengan donor darah, Tau kan gimana rasanya jatuh cinta? pasti pengen lagi dan lagi. Tantangan donor sudah teratasi maka tantangannya saya naikkan tingkatannya jadi rajin donor tiap 3 bulan sekali, semoga bisa jadi pendonor yang rajin dan sehat selalu.

Buat teman-teman yang masih ragu untuk donor darah, percayalah donor itu menyehatkan dan tidak sakit. Kita berbagi, tak selalu berbagi dengan harta benda dengan Sekantong darah saja sudah mampu menyelamatkan Manusia. Sangat Indah bukan? Mantapkan hati, mari berbagi ayo Donor Darah.


Minggu, 30 April 2017

April 2017 : Learning by Doing

Postingan akhir bulan keempat, April 2017

Dipenghujung akhir bulan April, di waktu krusial akan berubahnya Bulan dan tanggal semacam ada deadline untuk posting. Alhamdulillah saya bisa pulang ke rumah. Tanggal merah yang menyelamatkan, ya walaupun tidak sepenuhnya libur, tapi bisa disambi bawa kerjaan kerumah. Gak banyak yang bisa saya bagi. masih sama dengan bulan Kemarin. Pertanda saya gak mudah move on, butuh semangat baru, ayo yang punya saran, gebrakan apa yang harus saya coba biar saya bisa melewati hari-hari tidak dengan datar-datar saja. silahkan Komen dikolom komentar ya. 

Singkat saja, untuk menutup bulan April, Learning by Doing. iya saya sedang berusaha untuk Belajar dan langsung mempraktekkannya. Utamanya soal kerjaan, ada beberapa program yang masih harus saya pelajari betul-betul. Masih suka salah sana sini, adaptasi dengan serius, konsentrasi tingkat tinggi.


Oia satu lagi, sudah mendekati bulan Ramadhan, sudah tidak sabar, sangat excited. Bagaimana denganmu? saya berniat untuk bisa lebih baik lagi Ramadhan ini. dan pastinya Learning by Doing.

Mengutip kalimat di buku yang baru saja saya baca (Dear Olivia : 40 Things You Need to Know Before You Go) :
"Gagal buka untuk ditakuti, tetapi untuk diantisipasi. Sebab hidup berkutat pada berlari, jatuh, dan bangun lagi untuk kembali berlari sampai garis finish. So guys, if you fail, learn and move on, you're growing and still living"

 

Senin, 24 April 2017

Ziarah Makam Gus Dur, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang

Postingan yang mengedap di Draft sebulan lebih, dan harus saya tunaikan untuk mempostingnya. Di akhir pekan bulan Maret 2017, Alhamdulillah dapat kesempatan bisa jalan-jalan. Karena saya tidak bisa pulang kampung setiap weekendnya, hari libur yang cuman sehari saya sempatkan untuk eksplore Jombang. Sudah Setahun lebih disini saya belum blusukan ke daerah-daerah di Jombang. Jadilah destinasi pertama Makam Gusdur di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Makam Gus Dur terletak dikawasan Pesantren Tebuireng. Pondok Pesantren ini merupakan Pesantren milik keluarga besar Gusdur. 

Pondok Pesantren Tebuireng didirikan oleh Kyai Haji Hasyim Asy'ari pada tahun 1899 M. Pesantren ini didirikan setelah ia pulang dari pengembaraannya menuntut ilmu di berbagai pondok pesantren terkemuka dan di tanah Mekkah, untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya, Beliau mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng. KH. Hasyim Asy'ari merupakan kakek dari KH. Abdurrahman Wahid atau yang kita kenal dengan panggilan Gusdur, Presiden RI yang ke 4. Di Pondok Pesantren Tebuireng ini beliau-beliau dimakamkan bersama keluarga besar lainnya.

Banyak peziarah yang datang, tidak hanya dari Jombang juga banyak peziarah dari luar kota, malah saat saya berkunjung kesana, saya banyak bertemu dengan peziarah dari Pulau Madura. Serasa pulang kampung, karena disana sini terdengar orang yang berbicara Madura. Lumayan mengobati kangen karena gak pulang.

Di Kawasan Pondok Pesantren Tebuireng ini tidak hanya terdapat makam Gus Dur dan juga keluarga besarnya, juga ada tempat orang berjualan beraneka ragam oleh-oleh dan souvenir, dari baju-baju sampai makanan tersedia. Rencananya juga akan dibangun Museum Gusdur, tapi saat saya kesana belum selesai. Sepantauan yang saya lihat, sepertinya sedang dihentikan sementara. Karena bangunan setengah jadi ini lumayan berdebu, keliatan sekali kalau tidak dilanjutkan pembangunannya. Alasannya apa saya tidak tahu. Semoga jika diberi kesempatan untuk bisa mengunjungi tempat ini kembali, Museum ini sudah bisa dikunjungi. Oia, jika hendak berkunjung kesana, lebih baik siapkan payung, topi atau penutup kepala, karena area disekitar parkiran makam Gusdur lumayan panas. Banyak spot foto yang bagus, tapi harus bersabar karena banyak pengunjung yang juga ingin mengabadikan moment disana.

Berikut saya bagi beberapa hasil foto, saat mengunjungi makam Gus Dur.


Pintu masuk kawasan makam Gus Dur


Masuk pertama kali, disuguhi pemandangan Piramida, bangunan yang berbentuk Piramida ini yang rencananya akan menjadi Museum Gus Dur




Ini salah sati spot favorit saya, mungkin juga kebanyakan pengunjung lainnya. Monumen Asmaul Husna, bentuknya Kubikel, artistik.


Museum Gus Dur, pengerjaannya belum selesai, bentuknya juga unik, berbentuk Piramida


Salah satu sudut bangunan dari Museum Gus Dur, terlihat ada tangga tanda masih belum selesai pembangunannya


Ini pintu Gerbang Pondok Pesantren Tebuireng yang sekaligus merupakan gerbang masuk ke kawasan tempat Gus Dur dan keluarga besarnya dimakamkan


Ada Maket bangunan wilayah di Kawasan Makam Gus Dur dan pondok pesantren Tebuireng

saya kesana berdua dengan adik kost, namanya Lutfi, kita berasal dari daerah yang sama, Dia itu salah satunya yang mengidolakan Gus Dur.



Nah ini letak makam Gus Dur, Makam Gus Dur yang ada bunga taburnya, tempatnya terbuka tidak sama dengan Presiden yang lainnya, hanya beratap tanaman rambat, yang terdapat bangunan hanya diperuntukkan untuk peziarah yang akan berdoa.


Numpang foto, di depan makan Gus Dur


Tampak dari dekat makam Gus Dur, tidak ada bangunan nisan seperti makam-makan kebanyakan, hanya da batu nisan, sangat sederhana. Beginilah sebenarnya seorang Muslim jika ia telah wafat, hanya batu nisan tidak perlu dibangun dan berlomba-lomba memperindah kuburan.


disekitar area makam, merupakan makan keluarga besar Gus Dur. termasuk sang kakek dan ayahnya.


Nama-nama yang dimakamkan di kawasan Tebuireng





Terdapat Mutiara Kalam dari KH. Hasyim Asyari yang syarat dengan Hikmah.

Hadits Buraidah bin Hushaib , Rasulullah bersabda: 

“Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah karena akan bisa mengingatkan kalian kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian.” (HR. Muslim)

Sesuai dengan Hadits diatas, Rasulullah pun memperbolehkan kita Ziarah Kubur, dengan tujuan untuk mengingatkan kita pada Akhirat, bukan dengan maksud dan niatan lain, misal dengan minta keberkahan, wangsit dan sejenisnya dari Ziarah kubur, karena sesungguhnya itu perbuatan Syirik.

Postingan ini saya tuntaskan setelah lama mengendap di draft bertepatan dengan Isra' Mi'raj. Semoga Allah semakin memperbaiki kualitas Keimanan dan ketakwaan kita pada Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin.

Jombang, 24 April 2017

Jumat, 31 Maret 2017

Maret 2017 : Berharap Bisa Libur

Postingan akhir bulan ketiga, Maret 2017

Bulan Maret, bulan yang awalnya mulus-mulus saja masih bisa nafas dan merasakan apa itu Weekend. Minggu Pertama saya masih bisa nengokin adik ke Malang, lumayan diberi kesempatan main Ke Jodipan, dan Minggu Kedua saya masih bisa ziarah ke Makan Gusdur (untuk postingan ini pending dipostingan bulan April), ya walaupun di minggu kedua sudah mulai kerja di weekend, tapi masih bisa saya sempatkan jalan-jalan. Mendekati pertengahan sudah mulai acak kadut yang namanya tanggalan merah gak berlaku, tanggalnya warna hitam smua. Tempat kerja lagi ramai dengan kegiatan dan mengharuskan sabtu minggu masuk. Sebagai orang berstatus bawahan, saya harus merelakan dan ridho dengan keadaan kerjaan seperti ini. Rindu rumah, kangen ngebis dan utamanya Kangen Keluarga. Padahal waktu saya kuliah, saya bisa tahan gak pulang ke rumah berbulan-bulan tapi beda halnya saat kita sudah kerja. Kegiatan kerjaan yang cukup menyita dan menguras energi membuat emosi kita yang turun naik dan harus di recharge dengan bertemu keluarga. Biar gak jenuh juga, orang kerja kan bawaannya serius, nah kalau sudah kumpul keluarga otak kita yang kelamaan dibawa mikir yang serius-serius jadi mulai longgar, gak tegang. Meregangkan otot-otot dan menjernihkan pikiran. Tidak "harus" diisi dengan Travelling, berkumpul dengan keluarga adalah cara murah meriah dan kaya akan manfaat. Tak banyak saya bisa posting di Akhir bulan Maret ini. selain ini akhir bulan, pastinya saya juga dikejar harus bikin laporan bulanan. 
Saya juga punya satu hutang postingan yang ngendap di Draft. seharusnya diposting bulan Maret. apalah daya dan upaya harus kepending bulan April, semoga bisa segera saya posting. Butuh mood yang baik untuk melanjutkan postingan saya yang tertunda itu. Doakan selalu sehat ya, dan masih sangat berharap bisa libur, saya pengen mudik. Moga bulan depan ada keajaiban, saya bisa pulang tiap minggu lagi. Dan saya doakan untuk teman-teman yang bernasib sama, semoga kita dilimpahkan kesehatan dan kesabaran. Semangat ya.


Maret, hanya ingin sejenak merasakan libur tanpa dikejar-kejar deadline.


Selasa, 07 Maret 2017

(Uklam-uklam) Kampung Warna Warni Jodipan, Malang

Kampung Warna Warni Jodipan

Kampung yang pada awalnya "Kumuh" disulap menjadi kampung yang "Indah". Ihwalnya ini adalah ide brilian dari civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang. Masuk ke wilayah Jodipan ini hanya dikenai biaya Rp. 2.000,- per orang. Cukup murah meriah, ramah dikantong dan sangat cocok dijadikan wisata keluarga.
 

Kampung yang akhir-akhir ini menjadi terkenal karena "Keindahan Warna Warni Kampungnya, Kampung yang identik dengan kesan kumuh dan kotor dipresentasikan berbeda dengan mengecat hampir seluruh area kampung dengan warna warni yang cerah begitupun dengan kebersihannya perlahan semakin bersih dan terawat. Lokasinya berada di RW 2, tepatnya di RT 06, 07 dan 08 Kampung Juanda Kelurahan Jodipan Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Wisata murah meriah dan selain menikmati spotnya yang cantik, kita juga bisa lihat dan berinteraksi dengan kehidupan masyarakat di Kampung seperti apa, Jodipan ini bisa jadi alternatif mengenal kehidupan kampung yang guyup.Jangan heran saat kita menyusuri jalanan di Kampung Jodipan, kita akan menemukan warga lagi mandi di pemandian umum, Bau masakan dari rumah warga, anak-anak yang bermain dan ibu-ibu yang lagi ngerumpi, Bapak-bapak lagi nyuci motor dan berbagai aktivitas lainnya yang jarang kita temui di perkotaan. Pengalaman yang cukup seru di zaman saat ini. Jangan khawatir tidak membawa bekal, dikawasan Kampung Warna Warni Jodipan banyak warga yang sekitar berjualan aneka makanan dan minuman. Karena berkeliling Jodipan tidak cukup hanya sejam dua jam, banyak spot cantik yang bisa diexplore bersama keluarga dan teman,

Saya diantar adik kesana, naik motor, lumayan jauh dari tempat adik saya tinggal. kebetulan dia sedang kuliah diMalang. Sebenarnya saya sudah lama meminta dia untuk mengantarkan ke Jodipan, dan baru dituruti saat kesekian kalinya saya mengunjunginya ke Malang. Berikut saya bagi foto-foto pemandangan yang bisa dijumpai di Kampung Warna Warni Jodipan.


Dengan membayar Rp. 2.000 kita bisa mengeksplore kawasan Jodipan




Akhirnya mau mengabulkan permintaan kakaknya. Adik yang baik. Good Job Bro.


 

Niatnya biar keren kayak di Instagram apa daya gak cocok. Haha

Banyak spot foto yang layak untuk dijadikan foto bersama keluarga, kawan atau pasangan (khusus ini mending pasangan halal ya)



salah satu Toilet umum kece, jarang-jarang toilet kampung bisa jadi tempat buat foto-foto.

 
Kita akan banyak menjumpai jalanan yang berundak undak atau tangga, karena kontur tanah yang turun naik, lumayan bisa sekalian olahraga dan dapat bonus tempat-tempat berwarna kece.

Gayanya gak intagramable, untung ketolong background yang kece.




Bonus lainnya, bisa lihat kereta lewat, makin kece kan.

Disogok Ice Cream baru mau foto ini bocah, itupun candid

Karena ngeliat hasil candid adiknya bagus, si kakak ikutan tapi sayang gagal. Haha



Ketemu Kereta Api lewat lagi, yeay makin kece viewnya. kalian harus coba.



Foto pas mau pulang, sudah mulai lusuh kepanasan dan KWJ mulai ramai pengunjung berdatangan. agak gak rela juga mau pulang, gak terasa hampir 3 jam muterin kampung, semoga bisa sampai kesana lagi dan makin baik lagi untuk Kampung Warna Warni Jodipan.


Dimana pun kita tinggal berbahagialah, Jangan malu jadi orang Kampung apalagi kampung kita kampung berjuta kreativitas yang positif, Kampung itu gotong royong, guyup dan apa adanya. Tak perlu berbondong-bondong hijrah ke kota kalau ditempatmu bisa jadi ladang kebahagiaan dan ladang rejekimu.

Beberapa poin yang bisa saya ambil kesimpulan dari keberadaan Kampung Warna Warni Jodipan. Jika kita peduli dengan lingkungan akan mendatangkan kebahagiaan dan kemakmuran, Sayangi lingkungan sekitar, Jagalah lingkungan kita, Tampaknya klise tapi sulit dilakukan Jangan buang sampah sembarangan, tidak ada yang mustahil jika ada kemauan dan aksi. Dan jangan pesimis dengan suatu perubahan, perubahan itu sulit pada awalnya dan manis pada akhirnya.

Malang, 04 Maret 2017
(Thanks for my little bro, akhirnya recharge energi, lihat yang berwarna bisa mengembalikan mood yang baik)

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...