Jumat, 10 April 2015

Repost : Gambaran Kondisi Kesehatan Lewat Feses (Jawa Pos For Her)

Menemukan Artikel bagus di Jawa Pos, tentang mendeteksi Kesehatan kita lewat Feses (Kotoran/Poop)  bukannya mau membahas yang menjijikkan, memang artikelnya bagus, jadi saya berniat untuk merepost diblog ini, untuk arsip saya kalau sewaktu-waktu diperlukan. Kebetulan sebelum ada artikel di Jawa Pos tentang Feses, saya bermasalah dengan Buang air besar alias Poop. Klop banget ada artikel ini, saya jadi tahu dan sekarang berusaha tidak meremehkan hal yang terlihat menjijikan tapi sangat vital untuk kesehatan kita. Berikut ini artikelnya :


Gambaran Kondisi Kesehatan lewat Feses

Cek Frekuensi, Konsistensi, dan Warna

Jawa Pos (For Her), Kamis 26 Maret 2015


 
PERNAHKAH Anda ketika sedang berada di toilet untuk buang air besar lantas mencuri-curi pandang ke bawah untuk mengecek seperti apa tampilan feses kita? Jika sebelumnya tidak pernah, mulai lakukan sesekali. Untuk apa? Mengenali adanya gangguan dalam organ tubuh. Terutama gangguan pada saluran pencernaan. Efeknya bisa tergambar pada feses.

Secara umum, feses yang sehat berbentuk bulat lonjong menyerupai sosis dengan warna kuning kecokelatan. Konsistensinya padat, namun tidak keras dan dikeluarkan dengan mudah. Tipe-tipe feses terbagi dalam tujuh chart, tergambar dalam Bristol Stool Form (BSF) yang dikeluarkan Bristol Royal Infirmary, rumah sakit di Bristol, Inggris, (selengkapnya lihat grafis).

Selain menggunakan chart tersebut, untuk menilai feses itu masih dalam kondisi normal atau tidak, seperti yang dipaparkan dr Irsan Hasan SpPD-KGEH, konsultan gastroenterohepatologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, ada beberapa hal yang dilihat.

Pertama, frekuensi. Yang normal adalah dalam satu hari 1–3 kali buang air besar (BAB). ”Satu normal, dua normal, tiga masih normal. Lebih dari empat kali sudah abnormal,” tuturnya ketika ditemui di RSCM Senin (23/3). Idealnya, seseorang BAB setiap hari 1–3 kali. Namun, tidak harus demikian. Frekuensi tiga kali sehari masih ditoleransi. ”Jika dipaksakan sampai mengejan, malah bisa menyebabkan hemoroid atau ambeien,” ujar Irsan. Apabila lebih dari tiga hari belum BAB, itu merupakan tanda konstipasi.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah konsistensi. Lembut, cair, atau keras. Cair berarti diare, keras konstipasi. Untuk penderita konstipasi, dianjurkan memperbanyak minum air dan makan kacang-kacangan. Yang perlu diwaspadai adalah tipe feses kecil-kecil menyerupai kotoran kambing atau bentuknya kecil memanjang. Hal itu terjadi karena adanya penyempitan pada saluran cerna. ”Bisa jadi ada tumor atau kanker,” ucap dia.

Yang ketiga perhatikan warna. Seperti yang disebutkan di atas, warna feses normal adalah kuning kecokelatan. Namun, warnanya bisa menjadi lebih terang atau lebih gelap. Bisa pula pucat keabu-abuan. Biasanya, hal itu menjadi penanda bahwa ada masalah pada hati dan empedu. Bagaimana itu terjadi? Penjelasannya, warna kuning feses dihasilkan bilirubin dalam empedu. Ketika saluran empedu tersumbat, warna feses menjadi abu-abu. 

Hal ekstrem lainnya adalah berwarna merah yang berarti ada darah. Dilihat lagi, apakah darah menyatu dengan feses atau terpisah. Bila terpisah atau setelah feses, lalu ada darah menetes, itu merupakan gejala hemoroid. Ada perdarahan di daerah rectum atau anus. ”Sedangkan bila darah menyatu dengan feses, perdarahan terjadi pada kolon (usus) asendens atau transversum. Itu bisa karena disentri atau kanker,” papar Irsan.

Saluran pencernaan terbagi atas saluran cerna atas dan bawah. Saluran cerna atas mulai kerongkongan, lambung, hingga usus 12 jari. Saluran cerna bawah adalah usus besar dan usus halus. Apabila terjadi pendarahan pada saluran cerna bawah, feses berwarna merah. Jika pendarahan pada saluran cerna atas, hal itu akan terlihat pada feses yang hitam. ”Sebab, kotoran bercampur dengan asam lambung,” terang dokter yang juga berpraktik di RS MMC dan RS Premier Jatinegara itu.

Dengan mengenali feses, kita bisa mendeteksi awal kondisi kesehatan organ tubuh serta mengenali adanya gangguan dalam saluran pencernaan. Mulailah mengecek dari sekarang. (nor/c6/dos)


Mari Kenali si Poop…
Tipe 1: Bulat-bulat kecil seperti kacang, sangat keras, dan sangat sulit dikeluarkan.
Tipe 2: Bentuk seperti sosis, namun masih ada gumpalan.
Tipe 3: Seperti sosis, permukaan tidak rata dengan retakan di permukaan.
Tipe 4: Menyerupai sosis, bulat lonjong, dengan konsistensi padat tapi tidak keras.
Tipe 5: Bulatan-bulatan lembut, mudah dikeluarkan.
Tipe 6: Konsistensi lembek mengarah ke cair.
Tipe 7: Feses cair, tidak ada bagian yang padat.
 *****
*Tipe 1–3 merupakan tanda konstipasi.
*Tipe 4 dan 5 merupakan feses normal.
*Tipe 6: Gejala diare ringan.
*Tipe 7: Feses penderita diare kronis.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari Berkomentar. :))

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...