Senin, 11 Februari 2013

Pasar Batik Tradisional Pamekasan Madura

Saya berniat menambah satu label dalam blog ini, semakin gado-gado saja blog saya, heuheuheu. Tak apalah, gado-gadonya seperti perjalanan hidup saya yang Gado-gado.

Saya asli Madura, kedua orang tua saya juga asli Madura, walaupun Ayah lahir di Mojokerto, dan sekolah di Surabaya, tapi kedua orang tuanya yaitu mbah kung dan mbah putri saya asli Madura. Ibu saya juga asli madura, Dari lahir hingga sampai saat ini, boleh dikatakan ibu saya orang yang setia, setia tetap stay di Madura. Haha.

Baiklah bukan itu yang mau saya ceritakan secara detail di postingan kali ini. Saya mau berbagi cerita dan berbagi sisi lain dari Madura, khususnya Pamekasan tanah kelahiran dan tempat tinggal saya. Salah sekian (kenapa sekian, karena setelah saya coba list hobby saya banyak sekali, itu masuk hobby apa dasarnya saya saja yang gak mau diem? xoxo) dari Hobby saya adalah Jalan-jalan, baik seorang diri maupun beramai-ramai saya suka Traveling. Dan karena setelah lulus kuliah saya mendapat kerja di tempat asal, akhirnya Move On lah saya dari Jember kembali ke Pamekasan. Praktis Hobby jalan-jalan saya agak sedikit tersendat, karena ibu tidak terlalu suka anak perempuannya keluyuran begitulah istilah ibu saya.

Disaat saya mulai sering gundah gulana karena jarang banget jalan-jalan, akhirnya saya berinisiatif untuk bisnis sampingan (bisnis sampingan saya banyak bener, saking banyaknya dari sisi mana aja ada de) selain ngecraft, saya juga mencoba berbisnis batik, Yup kenapa Batik? karena tempat saya tinggal ini merupakan sentra batik yang cukup diperhitungkan di Indonesia, dan semoga bisa mendunia. (Amin YRA).

Pamekasan selain disebut sebagai Gerbang salam (Gerakan bangkit sadar Islam) juga sering disebut dengan kota batik. Saking menjiwainya dalam membatik, semua tembok, trotoar, pot-pot bunga di pinggir-pinggir jalan semua di beri sentuhan batik, Jadi teringat Jogja yang juga sentra batik bukan? Untuk mengapresiasi pengrajin batik inilah, akhirnya pemerintah setempat menyediakan pasar atau sentra batik, dan saya sering sekali blusukan disana.

Pasar Batik Tradisional Pamekasan yang juga dikenal penduduk setempat sebagai Pasar 17 Agustus karena di depan pasar tersebut terdapat gapura peringatan hari kemerdekaan RI 17 Agustus. Ada juga yang menyebutnya dengan Pasar hewan, karena dipasar ini juga menyediakan hewan-hewan ternak yang akan diperdagangkan. Pasar 17 Agustus ini memiliki hari operasi tertentu, kalau kata orang Madura bilang Pasaran, Pasaran itu ada di hari Kamis dan Minggu, tapi bukan berarti dihari lainnya tidak ada, cuman Pasar Batiknya tidak selengkap hari kamis dan minggu. hanya yang berada di stan-stan saja yang buka, yang melantai atau lesehan tidak buka. Dipasar ini tidak hanya menjual batik, hewan ternak, tapi juga selayaknya pasar tradisional pada umumnya, juga menjual sayur mayur, dan ada juga yang menjual gamping (batu kapur). 

Batik-batik dari Pamekasan beragam corak dan warnanya, ciri khasnya warna yang mencolok dan kalau yang gelap, gelap sekali pewarnaannya. Untuk masalah corak dan warna tidak kalah dengan batik-batik yang ada diluar Madura. Harga untuk di pasar batik, juga relatif Murah, karena kebanyakan yang menjual langsung dari pengrajinnya. Ini beberapa gambar dari pasar batik Tradisioanal yang saya Copas dari Blog Mbak Korlena, Gambarnya cukup epik menggambarkan keramaian Pasar Batik Tradisional Pamekasan.


Pasar Batik ketika belum beraktivitas, masih sepi, Halaman-halaman ini akan terisi dengan lapak-lapak penjual alat-alat pertanian, dari clurit, pisau, parang dsb.

Gapura masuk ke dalam pasar, semakin siang disini sangat padat, Masuknya susah, keluarnya juga susah. Melatih Kesabaran. dazn untuk yang bawa sepeda motor harus berjuang mencari parkiran ternyaman. :)


Sisi pasar di bagian penjualan Hewan ternak.

Penjual Hewan Ternak

Sisi pasar di bagian penjual sayur mayur

Orang Madura terkenal dengan Kerja Kerasnya. :D

Penjual Batu Kapur, Gamping

pasar batik, dan mulai tampak keramaiannya.

Susana di dalam pasar Batik :







Saya betah berlama-lama disini, walaupun hanya sekedar ngobrol dengan para pedagang disini, biasanya saya sendirian ke tempat ini di hari Minggu. karena hari kamis saya harus berjibaku dengan urusan kantor. Kelemahan dari Pasar ini, letak parkiran yang semrawut, untuk orang yang gak suka dengan keruwetan, mungkin akan malas pergi ke pasar ini atau bisa memilih untuk memakai jasa tukang becak untuk mencapai tempat ini. tapi selebihnya pasar ini cukup bisa masuk dalam tujuan perjalanan kalian yang akan pergi ke Madura. Untuk crafter yang suka Hunting kain, boleh lah main-main kesini, disini cukup recommended untuk bisa di explore, kain-kainnya warna warni. kisaran harga relatif, dari yang murah sampai yang berkelas ada. tinggal pilih mana seleramu. 

Pasar Batik Tradisional Pamekasan
Bugih - Pamekasan - Madura
Jawa Timur - Indonesia

Gambar : http://corlena.wordpress.com

Note : untuk menghilangkan gundah gulana, saya sering kabur kesini. :p

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari Berkomentar. :))

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...