Senin, 29 Februari 2016

Ayah Kami

Orang keempat yang harus kita hormati setelah Ibu, Ibu dan Ibu. Banyak sapaan untuk menyebutnya, dari Bapak, Ayah, Abi, Abah, Papa, Papi, dan lain sebagainya. Saya dan adik-adik memanggilnya dengan sebutan Ayah. Berbicara tentang sosok Ayah, Ayah adalah pribadi yang pendiam, untuk orang yang baru bertemu dengannya akan tampak kalau Ayah ini pendiam, Dia akan hanya tersenyum dan tersenyum, tapi kalau sudah mengenalnya ayah bisa "berbicara banyak". Sifat yang bertolak belakang bagi kami keluarganya, Ayah yang kami kenal adalah sosok yang ramai, hangat, family man selalu menomor satukan keluarga. Ayah yang dikenal dengan tipikal pekerja keras, Ayah punya prinsip "Sedikit bicara banyak bekerja" artinya bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan penuh tangguh jawab. Hal ini yang sedang saya tanamkan dalam pekerjaan, dan saya akui itu cukup sulit, salut sekali dengan ayah yang mampu konsisten dalam setiap tanggung jawab yang diembannya.
 
Ayah kami yang selalu diam-diam mengkhawatirkan anak-anaknya apabila jauh dari rumah dan selalu menanyakan keberadaan kami pada Ebok (Panggilan kami untuk Ibu). Ayah kami yang selalu menyuruh Ebok untuk menanyakan kabar kami di rantau, tanpa dia harus bertanya langsung pada kami. Dalam diam ayah selalu menyimpan perhatian tak terhingga bagi kami anak-anaknya, walaupun kami tidak pernah menomor duakan perhatian ibu kami yang juga jauh tak terhingga bagi kami. Ayah yang rela bolak-balik mengantar anaknya ke tanah rantau hanya karena si anak sakit. Ayah yang selalu siaga menemani keluarganya kemanapun, tanpa pernah mendengar keluhannya sedikitpun. Ayah kami yang selalu menyimpan dan memikul bebannya sendiri tanpa pernah mau membebani keluarganya.

Ayah kami diSisi Allah SWT, ayah kami yang selalu kami cintai dan rindukan, kadang kami lalai mengirimkan doa padamu, kadang kami berselisih paham antar saudara, kadang kami membuat Ebok repot dengan segala tingkah kami, dan karena kesibukan masing-masing, kadang kami "sedikit" mengabaikan Ebok. Maafkan kami Ayah, kami mencoba untuk meluruskannya dan menjadi lebih baik, mencoba menjadi pribadi yang hangat sepertimu, Kami akan berpegangan erat bersama Ebok, mendoakanmu, mencintaimu dan merindukanmu dalam diam kami.

-Partner debatmu, Si Sulung-

Note:
Hari ini tepat tanggal 29 Februari 2016, tanggal 29 adalah tanggal kabisat yang datangnya 4 tahun sekali, kebetulan dibulan Februari Ayah dilahirkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari Berkomentar. :))

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...