Rabu, 31 Januari 2018

Jalan-jalan Awal Tahun di Kediri

Postingan pertama di tahun 2018, dan sudah akhir bulan, postingan ini sudah ditulis dan masih ngendap di draft, baru mepet akhir bulan bisa keposting. cepat sekali waktu berlalu dan saya masih punya tanggungan cerita saat berkunjung ke Kediri untuk yang kedua kalinya. Gak terasa terakhir saya ke Kediri di tahun 2016 dan baru 2018 kembali bisa main lagi, padahal letak Kediri dan Jombang sangat dekat, hanya 1-2 jam saja tergantung Kediri mana yang mau dituju. Kali kedua ke Kediri jujukan singgah masih sama seperti pertama kali ke Kediri, yaitu rumah mbak Kadek (mbak Kost waktu di Jember dulu). Buat yang penasaran kapan pertama kali ke Kediri silahkan mampir di postingan (klik: Sesorean di Kediri).

Rencana ke Kediri serba mendadak, karena sabtu ada lembur dan otomatis saya gak pulang kampung. Jadilah saya putuskan untuk main ke Kediri, rencana awal mau berangkat setelah pulang lembur Sabtu sore dan akan menginap di rumah mbak Kadek, juga niatnya ingin bertemu mbak Norma (mbak Norma ini juga mbak Kost waktu di Jember). Waktu ke Kediri pertama kali, kita gak sempat ketemu karena kebetulan mbak Norma ada acara kantor. Dan untuk kedatangan kedua kali ini saya coba untuk menemuinya. Cuaca yang tak menentu, dan selalu hujan di siang hari sampai malam, baru keesokan harinya yaitu hari Minggu berangkat ke Kediri tanggal 7 Januari 2018 dengan naik Bis andalan Harapan Jaya. Subuh-subuh sudah siap-siap biar gak terlalu siang nyampe rumah mbak Kadek.
Foto dengan Bu Made, Mbak Kadek dan Ponakannya Zahwa. Sayang kurang Pak Made, Pak Made masih keluar waktu saya dan mbak Kadek mau berangkat jalan-jalan.

Singkatnya akhirnya saya sampai kembali kerumah mbak kadek dan keluarga. setelah menumpang sarapan dan ngobrol-ngobrol singkat dengan Bu Made (Ibunya mbak Kadek) akhirnya kita sepakat untuk main-main ke Kampung Anggrek dan Kampung Indian. Dan 2 Kampung ini lagi Hits di kalangan anak-anak remaja instagramable. Dengan berboncengan sepeda motor kita berdua pergi menuju 2 Kampung Hits ini yang letaknya cukup jauh dari rumah mbak Kadek, kurang lebih 2 jam. bisa lebih cepat kalau gak pakai berhenti-berhenti. Selama perjalanan saya dan mbak Kadek melewati beberapa kecamatan di Kediri, Kata mbak Kadek "Napak Tilas" dan gara-gara inilah saya jadi punya ide buat bikin paspor Travelling Kecamatan. Nantinya berisi stempel kecamatan dan foto depan plang nama kecamatannya. Haha semoga bisa benar-benar saya realisasikan. Gak perlu mahal kan buat senang-senang, cara sederhana bisa bikin kita bahagia.

Salah satu Pemandangan selama perjalanan, Banyak Ladang Nanas.

Dimana-mana Nanas dan udaranya sejuk. buat saya yang anak Pulau, pemandangan kayak gini menyenangkan. Walau sering lihat pantai, saya lebih suka Pemandangan Pegunungan. karena bikin mata seger dan bisa menghirup udara segar banyak-banyak. Nikmat Allah mana yang kamu dustakan.

Dan bisa ditebak dengan pemandangan Ladang Nanas pastinya juga akan bertemu dengan Penjual Nanas disepanjang perjalanan. Coba gak ngebis pasti saya borong beli. Nanasnya gede-gede dan pastinya Segar.
Orang yang baik hati mau saya repotin nganter jalan-jalan jauh. Mbak kadek walau capek tetap ikhlas nganter adiknya ini ngeluyur. Terima kasih mbak Kadek. Sehat selalu ya, Next destination kita lanjut lebih jauh.

postingannya jalan-jalannya saya bagi jadi tiga postingan saja, untuk cerita dan foto-foto di Kampung Anggrek dan Kampung Indian di dua postingan berikutnya. ( Kampung Anggrek, Kampung Indian)

Setelah jalan-jalan di Kampung Anggrek dan Kampung Indian, mau ketemu mbak Norma dan belum jauh keluar dari dua Kampung ini, kita kejebak Hujan. Dan lagi-lagi mbak Kadek yang baik hati nekad nyerobot hujan tanpa mau diganti nyetir motornya. perjalanan ke rumah mbak Norma dari Ngancar itu sama dengan perjalanan ke rumah Mbak Kadek, sama-sama jauhnya. Lagi-lagi kita melewati beberapa kecamatan, untuk pertama kali bisa ke Pare Ibukota Kabupaten Kediri. Hampir basah kuyup sampailah kita dirumah mbak Norma, numpang makan siang, tidak terlalu lama di rumah mbak Norma, ngobrol ngalor ngidul singkat dan akhirnya kita pamit pulang. Mbak Kadek balik kerumahnya naik motor sendirian dan saya dianter mbak Norma naik mobil nungguin bis pulang ke Jombang. Rumah mbak Norma ini di desa Kunjang Kediri, dan lucunya saya baru tahu ternyata letak rumahnya mbak Norma ini ke Jombang deket banget. Saya nunggu bis sudah masuk Jombang, dan merasakan bayar bis cuman bayar tiga ribu Rupiah. sepuluh menit sudah nyampe kosan. Rumah mbak Norma perbatasan Kediri dan Jombang. Wah luar bisa sekali perjalanan saya dengan mbak Kadek kali ini, muterin Kediri sampai gempor, tapi suka dan berbahagia. Saya jadi ketagihan untuk melakukan perjalanan sederhana seperti ini lagi, karena banyak kejutan yang tak disangka-sangka. Membuat bahagia itu sangat sederhana. Sekali-kali atau seringlah kamu melakukannya. Silahturahmi is Never End.

Makan siang dirumah mbak Norma. Habis hujan-hujanan dan motoran sejauh itu jangan ditanya gimana laparnyan saya.

Wajahnya gak bisa dkondisikan, sudah lusuh dan kucel muter-muter, Terima kasih mbak Norma sudah menjamu dan ngasih kita oleh-oleh. dan juga dapet Oleh-oleh dari mbak Kadek. It's Wonderfull day.

Waktunya Pulang dianter mbak Norma. Keren mbak satu ini, kemajuannya pesat. Padahal dulu gak berani bawa motor, sekarang udah ngedrift aja. kapan-kapan lagi ya mbak. Terima Kasih

-Terima kasih telah berkunjung di blog ini dan dengan senang hati jika mau berbagi dikolom komentar-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Berkomentar. :))

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...