Jumat, 14 Februari 2014

Antara Madinah Al Munawaroh dan Mekkah Al Mukaromah (Umroh Part 3)

Assalamulaikum, Holla sudah masuk bagian ketiga dari perjalanan saya dan Ibu berangkat Umroh ya. untuk yang masih bingung koq sudah bagian tiga saja, mana bagian sebelumnya? owh jangan kuatir ini saya kasih Linknya Part 1 dan Part 2.

Bagian ketiga ini menurut saya harus ada karena masuk dalam bagian terpenting dalam perjalanan saya, dan kebetulan sekali ini juga menceritakan sedikit Bagaimana saya bisa merayakan "Hari Kelahiran" di Madinah dan Mekkah. Sebenarnya ini bukan disengaja atau memang saya khususkan untuk merayakan Ulang Tahun disana, Owh tentu tidak, semuanya serba kebetulan. Kebetulan yang saya syukuri tiada terperi hingga saat ini. Allah telah memberi saya Hadiah luar biasa di pergantian Usia saya yang sudah bisa dibilang bukan masa "remaja" lagi, alias saya makin tua. Haha. Baiklah saya mulai saja cerita bagian ketiga ini ya.

Hari terakhir kami di Madinah tepat tanggal 20 Januari 2014 dan sangat bertepatan sekali dengan tanggal lahir saya. Alhamdulillah, saya dapat kado langsung dari Allah. Allah maha baik sekali. Allah tahu, tahun 2013 saya habiskan waktu dengan menggalau, menggalau apapun entah diri sendiri, kerjaan, hidup dan lain-lainnya, Dan Allah menghibur saya dengan segala Nikmatnya yang tiada habis-habisnya pada saya. 

"Fabiayyi ‘Alaa Irobbikuma Tukadziban"
Nikmat tuhanmu yang mana engkau dustakan???

Rasanya tidak pernah cukup saya berucap syukur, Karena Nikmat Allah tiada habis diberikan pada saya waktu itu. Kembali lagi pada hari terakhir kami di Madinah yang bertepatan dengan hari lahir saya. Jam 2 dini hari waktu Arab Saudi, saya bangun seperti biasanya untuk bersiap mandi mau berangkat ke Masjid Nabawi bersama Ibu dan rombongan sekamar kita. Saya dan Ibu belum ada yang menyinggung tanggal berapa pada hari itu. Kita pun berangkat ke Masjid untuk hari terakhir di Madinah, karena siang harinya kami sudah dihimbau untuk segera check out menuju Mekkah untuk melakukan Umroh. Selepas sholat, saya baru sadar ini hari ulang tahun saya setelah saya ngecek Hp dan muncul tanggal 20 Januari 2014. Ya Allah, saya terharu sekali, ini kado terindah dan terbaik yang pernah saya dapat, walaupun dikeluarga kita tidak terbiasa mengistimewakan hari ulang tahun. tapi kali ini saya merasa sangat sangat bersyukur. Bersyukur Allah masih memberi kesempatan sampai di Usia 27 Tahun. Tua sekali bukan? hehe dan saya ada di Tanah Haram, tempat yang Allah Berkahi bersama orang tercinta, Ibu saya orang yang sudah berjuang melahirkan dan membesarkan saya sampai sebesar ini. Dan saya cuman bisa mencium tangan ibu sembari dalam hati saya bilang "terima kasih ya Bok" (Saya adalah orang yang dikategori gengsian. jarang sekali saya bilang sayang ma Ibu, Ayah dan adek-adek saya, walaupun sebenarnya saya amat sangat menyayangi mereka. haha). Ibu juga belum sadar, bahwa pada saat itu saya ulang tahun. jadi kita melewati sholat seperti biasa, dan saya yakin tidak harus menunggu ulang tahun Ibu saya pasti akan mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mantab Bok.

Kejutan tidak terduga kembali datang, secara kebetulan waktu makan pagi di hotel, menu hotel tanpa disangka-sangka adalah "Nasi Kuning" dan "Mie Goreng" dan masakan lainnya. Kedua makanan tersebut sangat identik sekali dengan Tasyakuran baek untuk kelahiran dan lain-lainnya. Saya hanya bisa senyum-senyum sendiri. Kebetulan yang menyenangkan buat saya, walaupun jamaah gak ada yang sadar saya Ulang tahun saat itu termasuk ibu saya. Dan saya lebih senang begitu, saya lebih suka kebetulan-kebetulan yang tidak direncanakan ini. Setelah packing-packing, baru kami check-out hotel dengan berpakaian Ihram, karena kami akan langsung melaksanakan Umroh sesampainya di Mekkah Al Mukarommah, dengan terlebih dulu mengambil Miqot. Apa itu Miqot? oke nanti saya jelaskan. Singkat cerita, Ibu saya baru sadar saya Ulang tahun setelah hari hampir berganti tanggal, dan beliau bilang "Iya ya, koq pas kamu ulang tahun tadi dimasakin nasi kuning ma mie goreng" hanya itu dan tidak ada ucapan selamat. haha begitulah kami, biarpun hanya kalimat itu, tapi saya anggap itu adalah doa buat saya. Terima Kasih Ebok.

Seperti janji saya tadi, saya akan menjelaskan apa itu Miqot.
Miqat / Miqot adalah batas bagi dimulainya Ibadah Haji atau Umrah (batas-batas yang telah ditetapkan). Apabila melintasi Miqat, seseorang yang ingin mengerjakan Haji atau Umrah perlu mengenakan kain Ihram dan melakukan Niat. Miqat secara harfiah berarti batas yaitu garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak,atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melapazkan Niat dan maksud melintasi batas antara Tanah Biasa dengan Tanah Suci. Sewaktu memasuki Tanah Suci itulah semua jama’ah harus berpakaian Ihram dan mengetuk pintu perbatasan yang dijaga oleh penghuni – penghuni surga. Ketuk pintu atau salam itulah yang harus diucapkan Talbiyah dan keadaan berpakaian Ihram. Miqat yang dimulai dengan pemakaian pakaian ihram harus dilakukan sebelum melintasi batas yang dimaksud. Miqat dibedakan atas dua macam yaitu :  Miqat Zamani (batas waktu) dan Miqat Makami (batas letak tanah). (Sumber : http://umrahhajiku.wordpress.com) untuk lebih jelasnya bisa buka link Miqot

Sebelumnya saya pikir untuk Umroh itu ya niatnya langsung ketika kita melakukan proses Umroh, ternyata tidak semudah itu. Kita harus mengambil Miqot dan berniat disana. Mengambil miqot ini ada tempatnya masing-masing, karena kita berangkatnya dari Madinah, maka semua orang dan penduduk yang datang dari Madinah jika akan Umroh harus mengambil Miqot dari Bir Ali. Setelahnya kita melakukan perjalanan kembali ke Mekkah dan selama perjalanan kita yang sudah dalam keadaan berihram dan berniat Umroh harus mengumandangkan kalimat Talbiyah.

Berikut beberapa foto yang saya ambil selama di Madinah dan Mekkah.

Di Luar pelataran Masjid Nabawi, sehabis sholat pasti ramai dengan pedagang Kaki Lima yang menjajakan bermacam-macam barang.

Bukan hanya pedagang yang ramai di depan Masjid Nabawi, "Halalan" juga turut meramaikan suasana.
 
Saya dan tampak kelihatan makin gendut dengan jaket Timnas pinjaman. haha

Saya dan Ibuk foto-foto dibawah payung Masjid Nabawi

Koper-koper kita yang bersiap berhijrah dari Madinah ke Mekkah

Check In Foursquare di Hotel Madinah Concorde

Hotel tempat kami menginap di Madinah "Madinah Concorde"

Hotel kita di Madinah, "Madinah Concorde"

Tepat didepan Hotel, banyak yang jualan. Toko-toko yang menyediakan bermacam-macam barang. Oia Mobil yang ada didepan ini, kalau sudah rusak tinggal dibuang saja.

Foursquare di Miqot Bir Ali

Saat kita mengambil Miqot di Bir Ali. sengaja ga pakai kerudung Putih. biar seragam kata pembimbing dan mudah diidentifikasi. karena ini Umroh Perdana. :D

Masjid Bir Ali, tempat mengambil miqot Umroh, (Photo taken by BY Listya Nirmala (@listyanirmala) Sumber Blog : http://lastminutegirl.blogspot.com/)

Situasi setelah selesai Umroh Perdana. Teparisasi :D

Setelah mengambil Miqot di Bir Ali, Hijrahlah kita dari Madinah ke Mekkah. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, tapi tidak sejauh ketika dari jeddah Ke Madinah, Jamaah sampai ke Hotel dan setelah pembagian Kamar, kita tidak diperkenankan Istirahat, Tetapi langsung melaksanakan Umroh. Karena kita sedang dalam kondisi berihram. waktu itu Umroh perdana kami dilakukan sekitar jam 11 malam waktu Arab Saudi, dan jangan salah biarpun sudah tengah malam geliat aktivitas ibadah di Masjidil Haram tidak pernah surut, arus manusia seperti tidak pernah ada habisnya, bersemangat untuk bisa menuju Baitullah. Pada Saat itu Masih masuk tanggal 20 Januari 2014, dan lagi-lagi Allah memberi Kejutan Hebatnya. Untuk pertama kali saya melihat Kakbah, dan seperti halnya ketika saya melihat Masjid Nabawi, saya menangis sejadi-jadinya, padahal saya paling gak banget untuk nangis didepan orang. dan untuk menutupi kalo saya nangis, pakai masker dan menyembunyikan air mata yang sudah berderai. Masjidil Haram dari kejauhan terlihat sangat megah dan Agung, terang benderang berdiri dengan Hebatnya. sangat Luas dan Tentram sekali didalamnya.

Check In Foursquare setelah melaksankan Umroh Perdana.

Selesai Umroh Sekitar jam 4.44 Dini hari waktu Arab Saudi, Hanya karena kami rombongan kelelahan, pembimbing memberi pilihan, mempersilahkan kembali ke hotel untuk Istirahat atau menunggu subuh di Masjidil Haram. Para jamaah ada yang kembali ke hotel termasuk saya dan ada yang lanjut menunggu Subuh. (To Be Continued)

Nb :
Semua foto dengan label 'www.boemiraya.blogspot.com" milik pribadi dan referensi bersumber dari www.google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari Berkomentar. :))

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...